Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.573

Masa Kerja 25 Tahun, PHI Bolehkan Pekerja Ajukan Pensiun

Pengusaha diberi hak untuk memutuskan hubungan kerja dengan Pekerjanya yang telah memasuki usia pensiun, tetapi juga diperbolehkan untuk mengatur alasan lain terkait pemutusan hubungan kerja karena pensiun.

Ilustrasi.

Jakarta | Gugatan Ngadiyana, dkk (4 orang) terhadap PT. Sumberkreasi Cipta Logam, dikabulkan sebagian oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ngadiyana meminta hubungan kerja dirinya dengan Perusahaan, dinyatakan putus karena pensiun.

Menurutnya, selain alasan telah memasuki usia 55 tahun, Perusahaan juga dapat memutuskan hubungan kerja Pekerjanya dengan alasan pensiun, karena telah bekerja selama minimal 25 tahun. Aturan tersebut, tertuang dalam Pasal 44 Perjanjian Kerja Bersama PT. Sumberkreasi Cipta Logam Periode Tahun 2016-2018. Sehingga ia dan ketiga temannya, meminta agar Pengadilan menghukum Perusahaan untuk membayar uang pesangon sebagai kompensasi atas pemutusan hubungan kerja karena alasan pensiun.

Terhadap gugatan Ngadiyana, dkk, PT. Sumberkreasi Cipta Logam mendasarkan alasan ketidakbersediaannya untuk memutuskan hubungan kerja dengan keempat Pekerjanya itu, pada Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015, yang menetapkan batas usia pensiun bagi Pekerja adalah pada usia 56 tahun. Sedangkan terhadap Pasal 44 PKB yang berlaku, Perusahaan menyatakan aturan tersebut memiliki kata “minimal” yang mengandung ketidakpastian.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Budhy Hertantyo menilai, meskipun ketentuan peraturan perundang-undangan hanya mengatur batasan usia pensiun, tetapi Pengusaha dan Pekerja juga dibolehkan mengatur alasan lain selain usia. Sehingga alasan gugatan Ngadiyana yang berdasarkan pada Pasal 44 PKB, tidak dapat ditafsirkan lain selain memberikan hak pensiun bagi Pekerja yang telah memasuki usia pensiun atau telah bekerja selama minimal 25 tahun.

“Majelis Hakim berkesimpulan permohonan para Penggugat untuk pensiun karena masa kerjanya melewati 25 tahun, haruslah dinyatakan sah menurut hukum,” ujar Budhy membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan perkara Nomor 24/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Jkt.Pst, Kamis (17/5/2018) lalu. “Menyatakan putus hubungan kerja antara para Penggugat dengan Tergugat dikarenakan para Penggugat pensiun karena masa kerjanya teleh melewati 25 tahun, terhitung sejak putusan ini dibacakan,” lanjutnya. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of