Type to search

Berita

Dipecat Sepihak, Pemilik, Manager dan Personalia Hotel Digugat

Share

Mahkamah menolak keberatan yang diajukan oleh Pengusaha Hotel, lantaran bukan hanya dirinya yang digugat oleh mantan Pekerjanya tetapi juga manager dan personalia.

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Jakarta | Tak terima diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak, Dona Ocktaviani menggugat seluruh pengurus hotel tempatnya bekerja, yaitu pemilik, manager dan personalia ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan. Ia menuntut diberikan uang pesangon, upah dan hak cuti-cutinya yang belum dibayarkan selama bekerja sebesar Rp.60 juta lebih.

Bahkan, meski dalam surat gugatan yang diregister dengan perkara No. 28/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn itu, tidak menjelaskan rincian asset milik Hotel Royal Denai View, tetapi Dona tetap meminta Pengadilan melakukan penyitaan sebagai jaminan atas dikabulkannya gugatan tersebut, apabila Perusahaan tidak menjalankan putusan Pengadilan.

Menanggapi tuntutan Dona, Pengusaha mengajukan eksepsi yang pada intinya surat gugatan haruslah dinyatakan error in persona. Sebab, manager dan personalia dianggap bukan sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggung jawaban hukum atas suatu putusnya hubungan kerja, yang dilakukan oleh Hotel selaku Perusahaan dengan Dona sebagai Pekerja.

Terhadap keberatan tersebut, PHI Medan memiliki pendapat yang berbeda dengan Mahkamah Agung (MA). PHI menilai, eksepsi yang diajukan oleh pihak hotel dapat dibenarkan. Sehingga gugatan Dona dinyatakan tidak dapat diterima.

Memiliki pendapat yang berbeda, MA dalam Putusan Nomor 328 K/Pdt.Sus-PHI/2018 membatalkan Putusan PHI. Menurut MA, Hotel Royal saat melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak Dona pada 17 Mei 2016, belum berstatus badan hukum. Dengan demikian, maka yang dapat dimintai pertanggung jawaban adalah pemilik hingga penanggung jawab hotel.

“Tergugat I, II, III adalah satu kesatuan dalam organisasi perusahaan Hotel Royal Denai View, sehingga karena Tergugat bukan badan hukum saat pemutusan hubungan kerja dikenakan tanggal 17 Mei 2016, maka tepat menetapkan Pimpinan/Pemilik/Penanggung Jawab Hotel Royal Denai View selaku Tergugat dan selaku pengusaha,”ujar Hakim Agung Panji Widagdo, Rabu (18/4/2018).

Atas pertimbangan hukum tersebut, Panji menyatakan Putusan PHI Medan haruslah dibatalkan, dan menghukum pihak hotel untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang, dan upah selama proses pengadilan selama 6 bulan, yang seluruhnya berjumlah Rp47,4 juta. (Hak)

Hits: 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up