Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.216

Mengatur Masa Percobaan, MA: Hubungan Kerja Berubah

Dalam hubungan kerja waktu tertentu, Pengusaha tidak diperkenankan menerapkan masa percobaan (training). Pelanggaran terhadapnya dapat berakibat hukum.

Ilustrasi. (gambar: hukamim.blogspot.com)

Jakarta | PT. Luhai Industrial dianggap Mahkamah Agung (MA) telah keliru dalam menerapkan hubungan kerja Yuswan Hidayat dengan perjanjian waktu tertentu (kontrak). Sebab, Perusahaan mengatur masa percobaan lalu kemudian diperjanjikan kontrak. Peristiwa hukum tersebut, dianggap bertentangan dengan Pasal 60 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Bahwa hubungan kerja berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu sejak adanya hubungan kerja karena mengatur masa percobaan,” ujar Hakim Agung H. Panji Widagdo, Rabu (18/4/2018) lalu. Namun menurut Panji, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, yang sebelumnya menghukum Perusahaan untuk mempekerjakan kembali Yuswan, dinilai telah salah dalam menerapkan hukum.

Dalam pertimbangan hukumnya, alasan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Luhai Industrial bukanlah salah satu diantara alasan yang dilarang oleh Pasal 153 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sehingga, pemutusan hubungan kerja karena berakhirnya perjanjian waktu tertentu dapat dibenarkan.

“Bahwa perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat terkait dengan alasan berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu bukan alasan pemutusan hubungan kerja yang dilarang,” tegas Panji membacakan Putusan Kasasi Nomor 296 K/Pdt.Sus-PHI/2018. Oleh sebab itu, lanjut Panji, hubungan kerja antara Yuswan dan PT. Luhai dapat diakhiri dengan pemberian uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan undang-undang.

Terhadap pertimbangan tersebut, Panji berpendapat, MA mempunyai cukup alasan untuk membatalkan Putusan PHI Serang Nomor 111/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Srg tanggal 18 Oktober 2017, dan menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat sejak putusan ini diucapkan, dengan pembayaran uang kompensasi kepada Yuswan yang baru bekerja selama 2 tahun, sebesar Rp.23,5 juta.

Tak hanya itu, MA juga menganulir hukuman upah proses selama pemutusan hubungan kerja yang telah ditetapkan oleh PHI Serang sebesar dua bulan upah. “Dalam pemutusan hubungan kerja tidak berhak atas upah proses sebagaimana putusan dalam perkara sejenis yang berulang-ulang,” tambah Panji. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of