Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2.279

Waspada Penipuan Jual Beli Properti Online

Dalam era digital di zaman sekarang, layanan internet telah menjadi kebutuhan primer bagi setiap masyarakat Indonesia. Dibuktikan dengan penetrasi pengguna internet di Indonesia yang meningkat selama 2017 menjadi 143,26 juta jiwa atau 54,7 persen dari populasi total. Bahkan pada 2018, pertumbuhan diperkirakan akan mencapai 60 % dari populasi total.

Populasi pengguna yang bertambah diketahui disebabkan karena fungsi internet tidak hanya untuk sekadar mencari informasi, namun digunakan juga untuk berbisnis. Hal ini dibuktikan aktivitas jual beli produk yang kini banyak dilakukan para penjual menggunakan platform-platform internet disamping metode konservatif yang biasanya digunakan. Kelebihannya tentu dari sisi proses transaksi produk diketahui semakin mudah dan efisien tanpa harus bertemu.

Namun ditengah-tengah kemudahan dan efisiensi dari aktivitas jual beli online, beberapa oknum justru memanfaatkannya dengan melakukan aktivitas penipuan berkedok online.

Meskipun kini penggelut bisnis jual beli online mengampanyekan kepada para calon konsumen untuk lebih hirau tentang masalah tersebut, atau langkah penindakan oleh pihak kepolisian yang bekerja sama dengan badan siber nasional, namun masih banyak modus-modus praktik penipuan berkedok online yang diketemukan dan justru lebih canggih.

 

Penipuan Online di Sektor Properti

Properti menjadi salah satu sektor yang paling diincar oknum pelaku mengingat nominal keuntungan yang sangat besar dibanding sektor-sektor lain seperti elektronik, pakaian, atau perlengkapan rumah tangga. Masalahnya adalah harga satuan unit yang ditawarkan tidak main-main bisa belasan hingga puluhan juta rupiah untuk sewa apartemen / rumah atau ratusan juta hingga milyaran rupiah untuk jual beli properti.

Modus penipuan properti berkedok online pun diketahui sangat beragam. Dapat berupa melalui website atau blog buatan berdesain sangat meyakinkan untuk membuat calon pembeli mengisi database untuk nantinya di follow up oleh pelaku, penawaran harga murah dan promo fantastis, hingga manipulasi harga iklan properti dalam situs jual beli properti online terpercaya. Jika melihat modus ketiga, secara langsung penipuan properti tidak hanya merugikan kepada konsumen, bahkan kepada platform-platform online yang memiliki visi dalam transparansi informasi dan harga properti untuk masyarakat.

Untuk menghindari terjadinya penipuan dalam jual beli properti via online, Lamudi.co.id menghadirkan sejumlah tips preventif untuk para pencari properti.

 

Tips Mencegah Terkena Penipuan Jual Beli Properti Online

Telusuri dan Kenali Penyedia Properti

Sangat penting bagi para pencari properti untuk mengetahui identitas dengan siapa ia membeli properti. Dari sejumlah pengguna layanan internet untuk memasarkan produk hunian, populasi penyedia properti dapat berupa in-house marketing (sales dari developer), agen properti, atau penjual pribadi.

Untuk memastikan agen atau in-house marketing penyedia properti tentu sangat mudah. Biasanya para penyedia properti akan meninggalkan kontaknya di kanal internet (website, media sosial) properti yang ditawarkannya. Sebelum menghubunginya, lebih baik untuk mengkonfirmasi identitasnya secara detail lewat badan atau perusahaan yang menaunginya, melalui pengecekan lisensi agen tersebut. Hal ini sebagai langkah preventif penipuan oknum yang berpura-pura menjadi agen properti.

Berbeda dari agen/in-house marketing, memverifikasi para penyedia properti yang bergerak secara independen tentu harus hati-hati. Lamudi menyarankan untuk melakukan visit (survei lokasi proyek) untuk lebih mengetahui identitas sang penyedia properti.

 

Survey Langsung ke Hunian

Bagi para pencari properti via online, jangan sekali-kali untuk langsung membeli tanpa melihat bangunan dan area sekitaran proyek sekalipun dari desain proyek hunian tersebut telah terpampang jelas lewat beragam platform jual beli online.

Selain dapat mengetahui detail proyek hunian, para pencari properti juga dapat mengenal dekat sang penyedia properti. Biasanya seorang penyedia properti yang benar dan tidak menipu, sangat mengetahui seluk beluk hunian tersebut secara detail. Seorang penyedia properti yang benar juga akan mengundang calon konsumen untuk bersama dengannya melihat hunian tersebut.

 

Bersikap Waspada

Mengingat trik dan tipe penipuan yang semakin canggih, para pencari properti harus lebih meningkatkan kewaspadaannya disamping keinginannya dalam memburu properti impiannya. Hal-hal kritis seperti pembayaran di muka untuk mengamankan properti, transfer biaya, hingga penandatanganan kontrak tidak secara langsung disarankan untuk tidak dilakukan oleh para pencari properti.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of