Type to search

Berita

MA: Batas Usia Pensiun Maksimum 60 Tahun

Share

Ketiadaan pengaturan batasan usia pensiun bagi Pekerja swasta, kerap menimbulkan perselisihan hubungan industrial.

Ilustrasi.

Jakarta | Ingin dapat tetap bekerja, tentu menjadi impian dan keinginan setiap orang. Tetapi keterbatasan pisik dan pikiran akibat usia yang semakin lanjut, menjadi batas seseorang untuk dapat mampu atau tidak melanjutkan hubungan kerja. Terkadang, baik Pengusaha maupun Pekerja, diantara keduanya berkehendak memutuskan hubungan kerja dengan alasan Pekerja telah memasuki usia pensiun.

Terhadap alasan pemutusan hubungan kerja yang demikian, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan hanya mengatur besaran uang kompensasi pesangon, tanpa mengatur batasan usia pensiun. Namun disisi lain, pada prakteknya, batas usia pensiun seringkali merujuk pada peraturan-peraturan tentang jaminan sosial tenaga kerja.

Semisal, Sartono Budi Santoso yang tetap hendak dipekerjakan oleh PT. Sandratex dalam usia 63 tahun. Akhirnya harus menempuh upaya hukum untuk dapat diputuskan hubungan kerjanya dengan kualifikasi pensiun, sesuai dengan Pasal 167 UU Ketenagakerjaan. Terhitung sejak akhir Juli 2017, Sartono meminta agar diperkenankan tidak lagi bekerja karena telah bekerja selama 43 tahun.

Keinginan Sartono tidak berbalas dari PT. Sandratex. Sebab, Perusahaan dengan dalih ingin tetap mempekerjakan, tidak menyetujui permohonan pemutusan hubungan kerja dengan Sartono karena Pensiun. Penyelesaian melalui mediasi-pun digelar di Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, namun tidak mencapai mufakat. Lalu meski Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang menjatuhkan vonis pada 18 April 2018, yang mengabulkan permintaan Sartono dengan menghukum Perusahaan membayar uang kompensasi pesangon pensiun senilai Rp.105,3 juta, tetapi Perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Melalui Ketua Majelis Hakim Agung Muhammad Yunus Wahab, permintaan pemutusan hubungan kerja Sartono dianggap wajar karena usianya sudah 63 tahun. Yunus merujuk pada Pasal 6 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-02/Men/1995. Dalam ketentuan tersebut, batas usia pensiun normal ditetapkan 55 tahun, tetapi apabila Perusahaan masih tetap mempekerjakan Pekerja, maka batas usia pensiun maksimum ditetapkan 60 tahun.

“Bahwa Judex Facti telah tepat menyatakan Termohon Kasasi diputus hubungan kerja karena pensiun sesuai ketentuan Pasal 167 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena saat mengajukan pensiun tanggal 28 Juli 2017 telah mencapai usia 63 tahun dengan masa kerja 43 tahun”, ujar Yunus membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan Kasasi Nomor 936 K/Pdt.Sus-PHI/2018, Senin (8/10/2018) lalu.

Atas pertimbangan tersebut, MA menolak kasasi yang diajukan oleh PT. Sandratex. Sebab, lanjut Yunus, tidak dasar hukum yang tepat bagi Perusahaan untuk menunda pelaksanaan pensiun yang diajukan oleh Sartono, karena dirinya secara materiil telah berusia 63 tahun. (Haf)

Hits: 28

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *