Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2.502

Mogok Kerja Dianggap Sah, MA Tetap Putuskan PHK

Ketentuan perundang-undangan memberikan syarat bagi Pekerja yang hendak melakukan mogok kerja, yaitu diantaranya telah ada upaya perundingan namun gagal.

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Jakarta | Meski Majelis Hakim Peninjauan Kembali (PK) mengabulkan permohonan yang diajukan oleh Suwardi, dkk (12 orang), namun hubungan kerja mereka dengan PT. San Fu Indonesia tetap dinyatakan putus. Menurut Ketua Majelis Hakim Zahrul Rabain, keabsahan mogok kerja tidak serta merta membatalkan Putusan Kasasi yang menyatakan putus hubungan kerja.

Melainkan, menurut Rabain, pemutusan hubungan kerja terhadap Suwardi, dkk haruslah disertai dengan pembayaran uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan perundang-undangan, bukan hanya sebesar 1 (satu) kali berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 738 K/Pdt.Sus-PHI/2016 yang telah diucapkan pada tanggal 15 Desember 2016 tersebut.

Sebab, tindakan mogok kerja yang dilakukan Suwardi dan kawan-kawan, haruslah dianggap sah . Karena terdapat bukti adanya upaya perundingan sebelum mogok kerja dilakukan dalam bentuk surat ajakan berunding, walau tidak tercapai kesepakatan (deadlock). Terhadap adanya bukti surat tersebut, menurut Rabain merupakan bukti baru yang bersifat menentukan dan untuk selanjutnya haruslah diterima untuk dipertimbangkan.

“Bahwa pertimbangan Judex Juris yang menyebutkan dengan alasan mogok kerja tidak sah dan tidak dapat membuktikan adanya perundingan yang gagal sebelumnya, ternyata dengan surat-surat bukti novum tersebut telah nyata ada usaha perundingan sebelumnya dan perundingan disepakati tidak tercapai, oleh karenanya mogok kerja yang dilakukan Para Penggugat adalah sah,” ujar Rabain, Selasa (31/7/2018) lalu.

Atas pertimbangan hukum tersebut, dalam amar Putusan PK No. 67 PK/Pdt.Sus-PHI/2018, MA membatalkan Putusan Kasasi dan menghukum PT. San Fu untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan perundang-undangan kepada Suwardi, Lili Hambali, Uja, Ade Samsu Rizal, Ade Sumitra, Endang Komarudin, Adang, Sendi Hakim, Ade Sopandi, Darsim, Siti Halimah, dan Carman Casmita. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of