Type to search

Berita

Tak Ada Alur Pekerjaan, Kolektor Bank Ditetapkan Jadi Pekerja Tetap

Share

Pemisahan pekerjaan yang bersifat tetap dan penunjang di Perbankan, dibutuhkan untuk mengetahui sifat pekerjaan tersebut termasuk core atau non core business.

Ilustrasi. (gambar: refki-real.mywapblog.com)

Medan | Frenky Manik yang bekerja sebagai kolektor pada PT. Bank Danamon Indonesia Tbk., ditetapkan sebagai pekerja tetap sejak ia menanda-tangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) terhitung 14 Nopember 2012. Keputusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/10/2018) lalu.

Dalam Putusan Nomor 185/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Mdn itu, Bank Danamon dianggap tidak mampu membuktikan adanya alur pekerjaan yang memisahkan pekerjaan penunjang dan tetap. Padahal, menurut Majelis Hakim PHI Medan, jangka waktu PKWT yang dibuat Bank Danamon, dengan masa berlaku selama 2 tahun dan kemudian diperpanjang sebanyak 1 kali selama 1 tahun, telah sesuai dengan Pasal 59 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Menimbang, bahwa Tergugat tidak mengajukan bukti lawan berupa alur pekerjaan di perusahaan Tergugat, sehingga Tergugat perlu menjelaskan di persidangan mana yang menjadi pekerjaan tetap dan mana yang merupakan pekerjaan penunjang, maka majelis hakim berpendapat pekerjaan Penggugat adalah pekerjaan tetap sebagai soft collector,” ujar Hakim Deson Togatorop.

Tak hanya itu, Bank Danamon juga dianggap tidak mencatatkan PKWT paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak penanda-tanganan PKWT ke Dinas Tenaga Kerja. Sehingga, dengan dua pertimbangan hukum tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Deson menyatakan PKWT yang dibuat Bank Danamon demi hukum berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

“Menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat berupa uang pesangon 2 kali Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 kali Pasal 156 ayat (3) dan uang Penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (4) juncto Pasal 155 ayat (2) Undang-undang Nomor 13 tahun 2003, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.71.492.000,-,” tegas Deson. (Hak)

Hits: 9

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up