Type to search

SEPUTAR BURUH

Revolusi Industri 4.0, ‘Ancam’ Keberadaan Serikat Buruh

Share

Perkembangan teknologi terus menggila. Tak ayal lagi, perusahaan jasa dan manufaktur berlomba-lomba menerapkan teknologi dalam industrinya. Lalu bagaimana dampaknya dengan serikat buruh?

Ilustrasi. (foto: rctom.hbs.org)

Jakarta | Rekson Silaban menyebut, inovasi dan adaptasi serikat buruh dalam menyesuaikan diri dengan peradaban dunia yang serba modern, setidaknya menjadi kunci eksistensi serikat buruh. Ia mengatakan, sistem teknologi belakangan ini bisa lebih cepat dan akurat dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak-pihak pemangku kepentingan, seperti Pemerintah dan pengusaha.

Menurutnya, seorang rakyat bisa lebih cepat berkomunikasi dengan Presiden melalui media sosial, ketimbang melalui jalur formal seperti partai politik atau surat menyurat. Buruh yang sedang mengalami masalah, boleh jadi akan berada pada satu kenyataan yang mendorongnya untuk berpendapat tidak lagi efektif mengadu kepada pengurus serikat buruhnya.

Sebab, terang Rekson, ia bisa langsung menyampaikan keluh kesahnya melalui media sosial milik Kementerian Ketenagakerjaan, atau mengadukan langsung ke Ombudsman hingga Presiden. Jika demikian, maka perubahan format gerakan buruh menjadi keniscayaan, atau bahkan sebaliknya justru sedang menghadapi hukuman kepunahan.

Solusinya, lanjut Rekson, pengurus serikat setidaknya harus terlibat dalam aktifitas vokasi pelatihan kerja untuk peningkatan kompetensi dan keahlian. “Ketimbang terus menuntut Pemerintah memberikan pelatihan, sebaiknya sambil menanti, tidak salah berinisiatif,” terang analis pada Indonesia Labor Institute itu.

Ia juga menginformasikan, beberapa serikat buruh di negara lain sudah mulai melakukannya, semisal serikat buruh Federation of Korean Trade Unions. Serikat buruh tersebut, memberikan beasiswa pelatihan untuk anggotanya yang membutuhkan pelatihan penyesuaian keahlian. “Jika serikat buruh mau berinovasi dan beradaptasi, maka tidak perlu khawatir kehilangan anggota akibat maraknya industri yang menggantikan tenaga manusia dengan mesin,” imbuhnya. (Haf)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *