Type to search

Berita

Tak Sengaja Merusakan Barang Inventaris? Hakim Gunakan Prinsip ‘Strict Liability’

Share

Pernah lalai dan menyebabkan kerusakan pada barang inventaris Perusahaan yang digunakan untuk bekerja? Prinsip ‘Strict Liability’ dapat diterapkan dalam penyelesaian kasus tersebut.

Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai, prinsip tanggung jawab mutlak (Strict Liability) dapat diterapkan dalam hubungan industrial. Padahal, prinsip tersebut diterapkan untuk pelaku usaha yang harus bertanggung jawab atas kerugian konsumen tanpa harus membuktikan ada tidaknya kesalahan pada dirinya.

Dalam sengketa hubungan industrial yang diajukan oleh Harapan Hutapea, dirinya oleh PT. Hutahaean Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit, dibebankan ganti rugi kerusakan mobil yang diakibatkan karena kecelakaan kerja. Dalam Putusan Nomor 1109 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Majelis Hakim Agung yang diketuai oleh Sudrajad Dimyati berpendapat, Pekerja tidak dapat dibebani ganti rugi, karena seluruh kerugian akibat kecelakaan kerja menjadi tanggungjawab mutlak pengusaha.

Atas pertimbangan hukum tersebut, Dimyati menyatakan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, yang mengurangi pembayaran uang kompensasi pesangon dengan besaran ganti rugi kerusakan mobil, dianggap tidak tepat. “Walaupun Hutapea telah membuat surat kesanggupan untuk mengganti kerusakan mobil, namun sesuai prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) dalam kecelakaan kerja,” ujar Dimyati Rabu (11/10/2017).

“Menghukum Tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus, hak-hak Penggugat akibat pemutusan hubungan kerja yang nilai seluruhnya berjumlah Rp57.106.700”, tegas Dimyati yang membatalkan Putusan PHI Pekanbaru yang hanya menetapkan besaran uang kompensasi Rp.15,2 juta. (Hak)

Hits: 7

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *