Type to search

SEPUTAR BURUH

Alasan Perusahaan Belum Daftarkan Pekerja Leasing Menjadi Peserta Jaminan Sosial

Share

Tak hanya diatur sebagai hak setiap warganegara termasuk pekerja untuk mendapatkan jaminan sosial, tetapi juga pelanggaran terhadapnya merupakan tindak pidana.

Dianggap tidak mempunyai resiko pekerjaan, seperti pekerja di pabrik pada umumnya, menjadi salah satu alasan dari perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan kredit kendaraan bermotor (leasing) untuk belum mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Padahal, akibat hukum bagi perusahaan tersebut dikualifikasikan sebagai tindak pidana.

Kekeliruan persepsi tersebut, haruslah segera diedukasi dan diluruskan, baik oleh Pihak BPJS Ketenagakerjaan melalui sosialisasi, maupun oleh Dinas Tenaga Kerja setempat sebagai pihak yang berwenang melakukan penindakan atas adanya dugaan pelanggaran undang-undang dibidang ketenagakerjaan.

Keadaan tersebut, terjadi di Kota Banjarmasin. Ada 29 ribu dari 79 ribu pekerja yang belum didaftarkan menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang mayoritasnya berasal dari pekerja pada perusahaan leasing. “Mayoritas pekerja leasing belum masuk BPJS Ketenagakerjaan,”  ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Priyo Eko Wusono, Senin (21/1) kemarin.

Priyo mengatakan, untuk kedepannya bagi perusahaan baru yang mengajukan perizinan, maka hanya dapat diterbitkan jika pekerjanya sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS. Sedangkan bagi perusahaan yang karena alasan finansial belum dapat mendaftarkan pekerjanya, maka hal tersebut dapat dikoordinasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan, ujarnya.  (Hak)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *