Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
56

Belasan Tahun Hilang dan Dianggap Meninggal Dunia, Pekerja Migran Ini Kembali ke Indonesia

Farorrah binti Husen ketika menginjakkan kakinya di Bandara Juanda, Surabaya. (foto: facebook ahyar)

Penantian panjang Farorrah, akhirnya berakhir. Ia bertolak dari Jeddah, Arab Saudi ke Indonesia dengan selamat.

Suasana haru bercampur bahagia, terlihat di raut wajah Farorrah binti Husen ketika menginjakkan kakinya di Bandara Juanda, Surabaya. Sebab, setelah dirinya menjadi pembantu rumah tangga pada majikannya yang bernama Abu Turki di Kota Taef sejak tahun 2000, dua tahun kemudian dirinya tidak lagi diketahui keberadaannya. Sontak hal tersebut membuat keluarganya yang berada di Sampang, Madura, khawatir.

Ahyar, aktivis buruh migran yang mendampinginya, Senin (21/1) kemarin menuturkan, Farorrah yang sudah tidak lagi lancar dalam berbahasa Indonesia, mengadu nasib ke Arab Saudi melalui PJTKI Bina Setia, Batu Sari II, Kramatjati Jakarta. Dari situlah ia diberangkatkan ke Kota Jeddah. Putusnya komunikasi Farorrah dengan keluarga, membuat dirinya dianggap telah meninggal dunia dan sempat dibuat selamatan.

Enam belas tahun berlalu, akhirnya terdengan kabar dari salah satu pekerja migran yang adalah keluarganya bernama Arifin, tentang keberadaan Farorrah. Diceritakan Ahyar, informasi keberadaan Farorrah berawal dari seorang warga Arab yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Abu Turki, dimana saat itu warga Saudi tersebut menyodorkan secarik kertas yang diberikan Farorrah dalam bahasa Indonesia yang ternyata adalah alamat daerah asalnya di Indonesia.

Warga Saudi tersebut kemudian menceritakan, bahwa dirinya mendapatkan kertas itu dari seorang pembantu yang bekerja di rumah kerabatnya di Amer Fawaz, Jeddah. Saat itu juga, ia menghubungi pembantu yang dimaksud, dan tepat pada hari Jum’at (21/12/2018) lalu, Arifin dan Farorrah bertemu untuk pertama kalinya sebelum dipulangkan ke Indonesia. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of