Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
40

Pernah Buat Perjanjian Mengundurkan Diri? Begini Kata Hakim Agung

Ilustrasi. (foto: indonesialaborlaw.com)

Mengundurkan diri dari tempat bekerja, haruslah mengandung kesukarelaan dari salah satu pihak yang sudah tidak lagi menghendaki adanya hubungan kerja.

Upaya hukum yang ditempuh oleh PT. Agung Auto Mall terhadap Adek Novrizal dan Gamaliel Purba, telah tidak ada lagi selain menjalankan putusan pengadilan. Lantaran upaya Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan PT. Agung, ditolak oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA), Senin (5/11/2018) lalu.

Putusan tersebut, setidaknya menguatkan Putusan pada tingkat Kasasi yang telah menghukum PT. Agung Auto Mall, untuk membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja kepada kedua mantan pekerjanya sebesar Rp140 juta lebih.

Sebelumnya, perusahaan keberatan dengan amar Putusan Kasasi Nomor 870 K/Pdt.Sus-PHI/2017, yang diucapkan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap sejak 4 September 2017 silam. Menurut perusahaan, Adek Novrizal dan Gamaliel Purba telah bersepakat dengan membuat Perjanjian Bersama yang isinya adalah mengenai pengunduran diri keduanya dari PT. Agung.

Namun, Majelis Hakim PK yang diketuai oleh Hakim Agung Muhammad Yunus Wahab menilai, selama persidangan tidak pernah ada bukti-bukti mengenai adanya surat pengunduran diri secara sukarela yang dibuat oleh Adek Novrizal dan Gamaliel Purba, yang mekanismenya telah ditetapkan dalam Pasal 162 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Seluruh bukti-bukti tersebut, tidak dapat membuktikan bahwa Para Penggugat/Para Termohon Peninjauan Kembali telah mengundurkan diri dari perusahaan Tergugat/Pemohon Peninjauan Kembali secara sukarela,” tegas Yunus membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan PK No. 207 PK/Pdt.Sus-PHI/2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of