Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
22

Akibat Beda Pilihan Politik Diberhentikan, Menteri Pastikan Panggil Pengusaha

Setiap pemutusan hubungan kerja dengan alasan perbedaan politik, secara tegas dilarang dalam ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pihaknya akan memanggil secara resmi PT. Pelopor Pratama Pratama Lancar Abadi, 2 April yang akan datang atas adanya pengaduan perselisihan hubungan industrial yang diajukan oleh Nurullita, salah satu pekerja pada perusahaan ekspor impor tersebut. Apabila terbukti benar, maka perusahaan wajib mempekerjakan kembali Nurullita. Karena tindakan perusahaan dilarang dalam Pasal 153 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Nurullita menceritakan kejadian yang menjadi penyebab dirinya melapor ke Menteri Ketenagakerjaan, ialah berawal dari bully-an oleh teman-teman sekerjanya melalui group media sosial, hingga akhirnya berujung pada pemberhentian kerja dirinya. Ia mulai dibully sejak mengganti foto profilnya yang menampilkan kehadiran dirinya pada acara pidato kebangsaan salah satu calon pasangan Presiden di Bogor, 24 Februari lalu.

Swafoto Nurullita menjadi bahan olok-olokkan, dan puncaknya Senin (25/2) ia dipanggil oleh atasannya sekaligus menyinggung swafoto dirinya yang menghadiri acara tersebut, lalu warga Bukit Duri, Jakarta tersebut diminta untuk menandatangani surat pernyataan pemberhentian kerja. “Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut,” ujarnya kepada awak media.

Meski bukan kejadian yang pertama kali, namun alasan karena perbedaan politik sehingga menjadi penyebab konflik dari suatu hubungan kerja, amatlah disesalkan para netizen. Diantaranya menghimbau kepada para pekerja untuk tidak memplubikasikan pandangan politiknya. Akun twitter @Puraputo menge-tweet: “Saran aja sih, buat karyawan, PNS atau wirausahawan sebaiknya ga usah terang2an kasih tau pilihan politiknya. Tahun2 ini semuanya serba politik, dan dalam semua bidang masalah siapa-pilih-apa ini jadi sensitif.”

Sebelum Nurullita, juga ada seorang guru Sekolah Dasar yang diberhentikan karena berbeda pilihan politik pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2018 lalu. Certa dari sebuah akun facebook Andriyanto Putra Valora mengenai kabar pemecatan istrinya, Robiatul Alawiyah menjadi viral di media sosial. Ironisnya, istri Andriyanto dipecat melalui chat aplikasi media sosial.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of