Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
30

Banyak Alami Persoalan, Buruh Migran di Arab Butuhkan Bantuan Hukum

Dari masalah di tempat kerja hingga hilang kontak, dialami oleh beberapa buruh migran yang bekerja di Arab Saudi. Menurut catatan, sudah 15 kasus di Majalengka yang menimpa penghasil devisa itu di tahun 2018.

Salah satu pegiat perlindungan buruh migran, Raida mencatat pengaduan dari pihak keluarga tenaga kerja Indonesia yang berasal dari daerah Majalengka, dengan berbagai macam persoalan, diantaranya kehilangan kontak selama puluhan tahun. Kondisi demikian, menurut Raida, menuntut Pemerintah untuk segera memberikan bantuan hukum yang maksimal kepada buruh yang bekerja di luar negeri.

Lebih lanjut Raida mengatakan, kasus terakhir yang ia catat adalah meninggalnya Acih bin Asro setelah bekerja selama 17 tahun di Makkah. Acih yang sudah berusia 63 tahun, meninggal dunia akibat jatuh di kamar mandi. “Persoalan yang dihadapi buruh migran sangatlah banyak, kami terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan badan terkait untuk penanganannya,” terang Raida, Senin (4/3).

Jenazah Acih, menurut Sekretaris Desa Cidulang, Majalengka, Ardi Dian Pebrian mengatakan, setelah jatuh, kepala Acih mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal dunia. Acih dikebumikan di Makkah, setelah mendapatkan persetujuan dari saudara dan salah satu anaknya yang juga bekerja sebagai buruh migran di Arab.

Ardi menjelaskan, jika di desanya tercatat ada 300 orang yang bekerja di luar negeri dari 7.000 orang penduduk Desa Cidulang. Selain Acih, ada juga Engkon warga Girimulya yang mengalami depresi dan kemudian menceburkan diri hingga tak diketemukan jenazahnya. Diantara mereka kebanyakan mengalami persoalan akibat berangkat ke luar negeri tanpa melalui prosedur yang benar, dan berpindah-pindah majikan.

 

(Artikel asli telah dimuat pikiran-rakyat.com)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of