Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
5

Diberhentikan Sebelum Kontrak Berakhir, Designer Tuntut Ganti Rugi

Meskipun dipekerjakan dengan perjanjian kontrak, namun pemberhentian seorang Pekerja haruslah mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Senin, 25 Maret lalu, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kembali menggelar lanjutan persidangan penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang dialami oleh Ika Verania melawan PT. Kota Mas Makmur. Sebagai designer, Ika tak terima diakhiri hubungan kerja kontraknya sejak Desember 2017 dengan alasan berkinerja buruk.

Persidangan yang beragendakan pemeriksaan saksi yang merupakan HRD Perusahaan, justru mengungkapkan peristiwa sebaliknya. Hasil design yang dibuat oleh Ika, ada yang digunakan oleh PT. Kota Mas. Sehingga menurut Kuasa Hukum Pekerja, Indra Rusni, pengakhiran hubungan kerja waktu tidak tertentu (kontrak) itu, bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Selain itu Indra mengatakan, kontrak kerja yang dibuat oleh PT. Kota Mas juga harus dinyatakan bertentangan dengan hukum. Sebab menurutnya, dalam kontrak kerja tersebut mempersyaratkan adanya masa percobaan selama tiga bulan. “Dalam anjuran telah dinyatakan Tergugat (Perusahaan) telah salah membuat kontrak kerja yang didalamnya mengatur masa percobaan tiga bulan,” ujar Indra sesaat seusai persidangan.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Nomor Perkara 334/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Jkt.Pst itu, Ika menuntut agar PHI membayar upah selama 10 bulan sebesar Rp67 juta, sebagai ganti rugi atas pengakhiran perjanjian kontrak secara sepihak tanpa memperhatikan mekanisme yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan dan perjanjian kerja kontrak yang dibuat sendiri oleh Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of