Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
88

Dimutasi Setelah Menolak Surat Peringatan, Akhirnya Buruh Tuntut Pesangon

Setelah uang makannya dipotong sebagai akibat dari pelanggaran disiplin, maka seharusnya tidak perlu ada pemberian Surat Peringatan

PT. Wanindo Prima memutasikan Farid Efendi, sebagai akibat dari tindakannya yang menolak diberikan Surat Peringatan. Perusahaan menganggap Farid telah melakukan pelanggaran disiplin, dan perlu diberikan pembinaan melalui surat peringatan. Tetapi Farid menolaknya, karena ia telah diberikan sanksi berupa pemotongan uang makan.

“HRD-nya bilang, ya udah dimutasi aja. Lah saya kan bingung, tadinya kan diberi SP lalu dimutasi, jadinya kan plin plan, gak jelas,” ujar Farid yang disampingi oleh Kuasa Hukumnya, Andreas, Rabu (20/3) sesaat setelah persidangan berakhir.

Karena perusahaan bersikeras memutasikan Farid, maka pekerja yang telah bekerja selama lebih dari sembilan tahun itu mengadu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Farid meminta agar pengadilan menyatakan putus hubungan kerjanya dengan PT. Wanindo. Dan akibat hukum dari pengakhiran hubungan kerja tersebut, haruslah disertai dengan pembayaran uang persangon.

Dalam surat gugatannya yang diregister dalam perkara Nomor 75/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Farid menuntut besaran kompensasi yang harus dibayarkan oleh PT. Wanindo adalah sebesar Rp126,5 juta. Apabila tuntutannya dikabulkan, ia juga meminta agar putusan pengadilan dapat dijalankan terlebih dahulu, meskipun pengusaha mengajukan upaya hukum kasasi.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Muh. Djunaedi beragendakan pembacaan gugatan, namun karena pihak perusahaan tidak hadir, maka pengadilan akan kembali memanggil PT. Wanindo secara patut untuk hadir dalam persidangan pada hari Rabu yang akan datang.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of