Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
169

Dipindahkan Jadi Cleaning Service, 100-an Sopir & Kernet Pabrik Rinnai Demo

Pemindahan sopir dan kernet ke bagian kebersihan, dinilai ratusan teman sekerjanya sebagai tindakan sewenang-wenang dan mungkin akan mereka alami dikemudian hari.

Unjuk rasa seratusan sopir dan kernet di gudang PT. Bhakti Idola Tama, sejak Rabu (13/3) pagi, setidaknya telah mengakibatkan terhentinya aktifitas distribusi perusahaan produsen peralatan elektronik seperti Rinnai, Miyako, dan Tsimitsu itu. Mereka tak hanya menuntut teman sekerjanya kembali ditempatkan sebagai sopir dan kernet, tetapi juga menuntut pengakuan status hubungan kerja selama ini sebagai pekerja tetap.

Mustofa menuturkan, sejak ia masuk bekerja sepuluh tahunan yang lalu, perusahaan tidak pernah meminta dirinya untuk menanda-tangani perjanjian kerja. Namun dalam dua tahun terakhir, perusahaan mulai mengharuskan beberapa sopir dan kernet untuk tandatangan perjanjian kerja waktu tertentu atau lazim disebut perjanjian kontrak.

Padahal menurut pria yang juga berstatus sebagai Ketua Serikat Buruh Jabodetabek (SBJ) Perwakilan PT. Bhakti Idola Tama tersebut, para sopir dan kernet telah bekerja lebih dari tiga tahun lamanya. Sehingga jika tindakan perusahaan dibiarkan, justru dapat dianggap sebagai perbuatan yang melanggar peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Diantaranya kami meminta perusahaan untuk menghapus sistem kerja kontrak,” ujar Mustofa. Ia juga menuntut PT. Bhakti Idola Tama untuk membayar kekurangan upah sejak tahun 2017 dan 2018, menolak pola rekrutmen karyawan melalui yayasan, dan membayar upah pekerja yang diberhentikan sementara.

Berita selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Berita #LEMBURAN yang hadir setiap Minggu melalui Kanal Youtube BuruhOnlineTV.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of