Type to search

Berita

Ijazah S2 Ditahan, Siemens di-Meja Hijaukan

Share

Banyak persoalan yang ditimbulkan dari berakhirnya hubungan kerja, diantaranya penahanan ijazah. Tindakan yang kerap dilakukan oleh perusahaan tersebut, akhirnya menimbulkan konflik hingga ke Pengadilan.

Dipecat sejak Agustus 2017, hingga kini ijazah Pasca Sarjana (S2) Vris Adianto belum dikembalikan oleh PT. Siemens Indonesia. Atas alasan tersebutlah, akhirnya Vris menggugat perusahaan telepon seluler yang pernah berkiprah di Indonesia itu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan nomor perkara 61/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst tersebut, Vris selain menuntut pengembalian ijazah S2-nya yang diperoleh dari Gemological Institute of America itu, juga meminta Pengadilan agar menghukum PT. Siemens membayar uang pesangon yang seluruhnya berjumlah Rp1,6 miliar.

Sebagai pekerja yang telah bekerja selama belasan tahun itu, Vris menganggap tindakan pemutusan hubungan kerja oleh PT. Siemens melalui surat bernomor 105/HR-SP/VIII/2017-LIH/ARKA tersebut, telah bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karenanya, Vris juga menuntut pembayaran upah selama 17 bulan akibat tidak dipekerjakan hingga Januari 2019 sebesar Rp703 juta.

“Seharusnya perusahaan menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama, khususnya soal PHK,” ujar Andre Herman Setiawan, salah satu Kuasa Hukum Vris sesaat setelah persidangan yang beragendakan mendengar jawaban dari PT. Siemens, Senin (11/3) kemarin.

Dalam petitumnya, Vris meminta kepada Pengadilan untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan bangunan milik PT. Siemens Indonesia yang terletak di Jl. Jend. A. Yani, Pulogadung, Jakarta Timur.

 

Selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Berita #LEMBURAN yang hadir setiap Minggu melalui Kanal Youtube BuruhOnlineTV.

1 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *