Type to search

Sekitar Kita

Pengamat: Buruh Milenial Kerap Alami Problem Resiko Kerja

Share

Buruh milenial yang berasal dari angkatan baru tenaga kerja yang masih berada pada usia produktif (20-30 tahun), seringkali mengalami pertentangan ditempat kerja, seperti upah, beban kerja, jam kerja hingga demokrasi ditempat kerja.

Upaya dalam menemukan jawaban atas persoalan tersebut, dapat dilakukan dengan cara menganalisa sistem ekonomi yang dikendalikan oleh swasta yang saat ini sedang terjadi. Cara ini dapat dilakukan oleh serikat pekerja, meskipun sekarang ini lebih banyak organisasi perburuhan yang hanya memainkan peran sebagai benteng terakhir pekerja-ketika berhadapan dengan pengusaha.

Hal tersebut dikatakan Rizal Assalam dari Konfederasi Serikat Nasional dalam Diskusi Perburuhan yang diadakan oleh Trade Union Rights Center (TURC), Jum’at (15/3) kemarin. “Jika kita mau lihat sejarahnya, serikat buruh terbentuk sebagai benteng pekerja ketika berhadapan dengan majikan,” ujarnya. Seharusnya, keberadaan serikat dimanfaatkan untuk melakukan perjuangan-perjuangan yang didominasi akibat kebijakan emonomi-politik neoliberal.

Rizal mencontohkan, ragamnya pelecehan seksual ditempat kerja, upah murah, beban kerja, ketidakpastian bekerja, menjadi alasan ketidakpuasan buruh milenial terhadap pemerintahan yang masih mengabdi pada politik oligarki. Ia menawarkan keterlibatan buruh untuk kembali memahami sejarah gerakan buruh di masa lampau. “Bagi buruh yang menghadapi pasar tenaga kerja, persoalan ditempat kerja adalah bagaimana kembali mengingat pengalaman-pengalaman, ide-ide yang selama ini dihilangkan dari memori kolektif kelas pekerja,” tegasnya.

Selain Rizal, Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira lebih menyoroti partai-partai politik yang dibangun oleh kaum milenial itu, agar memfokuskan diri pada persoalan pekerja, anak-anak desa, gizi buruk hingga pelecehan seksual. “Harapan-harapan kebaruan juga ternyata ditumpangi oleh golongan tua,” ungkap Bhima yang membantah gerakan partai politik yang menyentuh kebutuhan masyarakat paling bawah.

 

Selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Berita #LEMBURAN yang hadir setiap Minggu melalui Kanal Youtube BuruhOnlineTV.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *