Type to search

SEPUTAR BURUH

Pengamat: Kenaikan Iuran Pensiun untuk Jamin Keberlangsungan Manfaat

Share

Karena keadaan ekonomi yang membaik, Pemerintah menganggap kenaikan iuran jaminan pensiun yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, belum perlu.

Berbeda dengan pendapat Pemerintah, Pengamat Ketenagakerjaan Timboel Siregar menganggap penyesuaian besaran iuran jaminan pensiun harus segera ditinjau ulang. Sebab menurutnya, manfaat yang dihasilkan dari iuran sebesar 3% yakni dari pengusaha 2% dan pekerja 1%, hanya bertahan sampai tahun 2060 saja.

Padahal, lanjut Timboel, semenjak program jaminan pensiun digulirkan, penyesuaian besaran iuran akan ditinjau setiap tiga tahun sekali. Sehingga pada tahun 2018 besaran iuran menjadi 5%, di 2021 menjadi 7% dan tahun 2024 menjadi sebesar 9%. “Revisi besaran iuran program jaminan pensiun harus segera dilakukan. Karena berkaitan dengan keberlanjutan program tersebut,” ujar Timboel.

Sedangkan Pemerintah mengaku, penyesuaian besaran iuran jaminan pensiun belum memiliki alasan yang kuat. Menurut Direktur Jaminan Sosial pada Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Wahyu Widodo, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun masih ideal.

Faktor ketersediaan dana yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, juga menjadi salah satu alasan belum direvisinya PP yang mengatur besaran iuran pensiun tersebut. “Dengan keadan ekonomi yang membaik, nilai tukar rupiah stabil serta klaim yang sedikit sehingga dana yang tersedia masih banyak. Sehingga belum akan ada kenaikkan iuran,” katanya, Sabtu (23/3) kemarin.

Wahyu juga mengatakan, penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan masih jauh dari sukses. Sebab, ujarnya, masih banyak perusahaan yang hanya mengikutsertakan sebagian pekerjanya untuk menjadi peserta. Hingga saat ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 29 juta orang yang diantaranya terdiri dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *