Type to search

Berita

Puluhan Tukang Jahit, Nekat Gugat Pabrik Naga Lima Miliar

Share

Tak terima diputuskan hubungan kerja karena habis kontrak, Sarnah dan kawan-kawan yang sehari-harinya bekerja sebagai operator mesin jahit, menggugat perusahaan tempat bekerjanya ke Pengadilan.

Tak tanggung-tanggung, Sarnah bersama puluhan temannya menggugat PT. Naga Mulia Putra Perkasa sebesar Rp5,1 miliar ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Melalui gugatan yang didaftarkan sejak 31 Januari lalu itu, Sarnah meminta pemberian kompensasi uang pesangon, dan upah selama tidak dipekerjakan terhitung sejak bulan Juli 2018.

Ia kesal, lantaran tidak lagi dipekerjakan di perusahaan garment yang berlokasi di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut. Perusahaan menganggap status hubungan kerja Sarnah dkk (40 orang), bukanlah sebagai pekerja tetap, sehingga pemberian uang pesangon dinilai tidak beralasan.

Sesaat setelah persidangan dengan agenda replik di ruang Kusuma Admadja 3, Senin (11/3) kemarin, Sarnah menegaskan, bahwa konsekuensi akibat pemutusan hubungan kerja secara sepihak adalah pemberian uang pesangon. “Apabila perusahaan berani mem-PHK, maka secara otomatis dia berani juga mengeluarkan hak-haknya karyawan,” ujar Efendi, salah satu kuasa hukum Sarnah.

Gugatan yang diajukan oleh karyawannya terhadap PT. Naga bukanlah yang pertama kali. Di tahun 2016 lalu, perusahaan tersebut diancam akan dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), agar diberikan sanksi pembekuan operasional akibat tidak membayar uang pesangon yang telah mendapatkan putusan pengadilan.

Selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Berita #LEMBURAN yang hadir setiap Minggu melalui Kanal Youtube BuruhOnlineTV.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *