Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
59

Saksi Ungkap Besaran THR 2018 di PT. Sharp Lebih Kecil

Dalam lanjutan persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, terungkap adanya pembayaran tunjangan hari raya di tahun 2018 yang besarannya lebih kecil dari tahun 2017.

Dua orang saksi yang dihadirkan oleh PT. Sharp Electronics Indonesia, justru mengakui besaran THR tahun 2018 hanya satu bulan upah. “Saksi menjelaskan bahwa untuk THR tahun 2018 itu hanya diberikan satu kali,” jelas Mangiring Sibagariang, salah satu kuasa hukum Pekerja menirukan keterangan saksi.

Padahal, di tahun 2017, PT. Sharp memberikan THR sebesar tiga bulan upah. Menurut Mangiring, keterangan saksi yang dihadirkan oleh perusahaan justru menguatkan dalil gugatan pekerja. “Artinya ada keuntungan kepada kita kalau dari sisi perkara,” ujarnya, Rabu (13/3) kemarin.

Mangiring juga menjelaskan, kedua saksi yakni Reno dan Jefri secara tegas menyatakan Perjanjian Kerja Bersama yang mengatur besaran THR tahun 2018, masih berlaku. “Seharusnya PT. Sharp memberikan THR secara proprosional sesuai dengan masa kerja para pekerja hingga tiga bulan upah yang didasarkan pada PKB,” tegasnya.

Melalui PHI Bandung, tiga orang buruh PT. Sharp Electronics Indonesia, Bakhtiar, dkk menuntut besaran pembayaran tunjangan hari raya tahun 2018, yang harus didasarkan pada Perjanjian Kerja Bersama. Karena belum ada PKB yang baru maka PKB yang lama tetap dinyatakan berlaku, lanjut Mangiring.

 

Selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Berita #LEMBURAN yang hadir setiap Minggu melalui Kanal Youtube BuruhOnlineTV.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of