Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
134

Tak Kunjung Disahkan, Seribuan Buruh Bogor Gerudug Kantor Bupati

Hampir tiga bulan berlalu, namun besaran Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Bogor Tahun 2019 hingga ini belum disahkan.

Belum adanya kesepakatan antara serikat pekerja dengan pengusaha terkait besaran UMSK Bogor Tahun 2019, menjadi alasan bagi seribuan pekerja di Bogor mendatangi Kantor Bupati Bogor sejak Kamis (28/3) pagi. Mereka meminta Bupati Ade Yasin untuk segera mendesak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kab. Bogor kembali duduk bersama menetapkan besaran UMSK. Demikian dikatakan Agus Sudrajat, Ketua DPC SPN Bogor.

Awal Januari lalu, Ade Yasin telah menanda-tangani surat rekomendasi besaran UMSK Bogor Tahun 2019 untuk ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat. Kala itu, Ade Yasin merekomendasikan penyesuaian UMSK sebesar 8,03% dari besaran upah sektoral yang berlaku di tahun 2018.

Dalam surat rekomendasi bernomor 561/60-Disnaker/I/2019 itu, disebutkan, bahwa besaran kenaikan tersebut adalah berdasarkan hasil audensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor pada 26 Desember 2018 lalu, antara Apindo, serikat pekerja/serikat buruh dan Pemerintah (Dinas Tenaga Kerja).

Namun, surat rekomendasi yang dibuat Ade Yasin, dinilai bukan hasil dari kesepakatan. Sehingga surat tersebut dikembalikan. Padahal serikat pekerja dan pengusaha menyerahkan besaran UMSK tahun 2019 kepada Pemerintah Daerah. “Teman-teman buruh ini wajar datang kesini, karena mengawal keputusan yang telah dibuat menjadi kesepakatan bersama,” ujar Wasto, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor.

Akhirnya, perwakilan para buruh yang tergabung dalam SPN, FSPKEP, FSPMI, FSPASI, PPMI, SPDAG, FSPPM, dan FLOMENIK, diterima oleh Komisi IV DPRD, Wasto. Ia juga menjelaskan, jika pihaknya berusaha membuka diri kepada pekerja yang berunjukrasa untuk berdialog. Sebab, selain sebagai wakil rakyat, dirinya juga prihatin terhadap kondisi demonstrasi buruh yang sudah berlangsung tiga hari tetapi belum ditemui Bupati. “Selanjutnya kami akan meminta kepada Bupati untuk segera menemui mereka,” lanjutnya.

Sebelum meninggalkan lokasi unjukrasa, para buruh membakar ban dan mengancam akan kembali mendatangi Kantor Bupati pekan depan dengan jumlah massa buruh yang lebih besar, apabila tidak segera ada tindak lanjut atas penyesuaian besaran kenaikan UMSK Bogor Tahun 2019.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of