Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
22

Tak Mau Jalankan Nota Pemeriksaan, Anak Perusahaan Pan Brothers di-Pengadilankan

Tidak adanya daya eksekusi pada Nota Pemeriksaan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, pada akhirnya kerap berujung di Pengadilan Hubungan Industrial.

Tujuh orang buruh PT. Victory Pan Multitex menggugat anak perusahaan Pan Brothers tersebut, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Abdul Wahyudin, dkk selaku Penggugat, meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Suwanto, memvonis PT. Victory bersalah karena melanggar ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Nomor Perkara 5/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg itu, mereka juga menuntut agar Perusahaan dihukum membayar uang kompensasi pesangon atas pemberhentian secara sepihak tersebut. Bahkan, Wahyudin meminta Pengadilan untuk menyita seluruh asset yang dimiliki Perusahaan sebagai jaminan pembayaran uang pesangon mereka. Demikian dikatakan oleh kuasa hukum Pekerja, Budiman, Rabu (27/3) kemarin.

Seusai persidangan, Budiman optimis gugatannya dikabulkan. Sebab menurutnya, sudah ada Nota Pemeriksaan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan yang menyatakan status hubungan kerja 219 orang diantaranya Wahyudin dan kawan-kawan adalah pekerja tetap PT. Victory. “Kami ada Nota Khusus dari Pengawas, ada anjuran dari Disnaker dan Nota Khusus tersebut sudah dilegalisir,” ujar Budiman.

Lebih lanjut ia menuturkan, sejak bekerja perusahaan sudah memberlakukan sistem kerja kontrak (perjanjian kerja waktu tertentu), termasuk kepada Wahyudin yang telah bekerja selama lebih dari 6 tahun. Padahal, dalam ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pengusaha hanya dapat mempekerjakan Pekerja dengan perjanjian kontrak paling lama dua tahun, lalu dapat diperpanjang selama satu tahun, dan hanya dapat diperbaharui sebanyak satu kali untuk selama dua tahun.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of