Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
145

Berdalih Dipaksa Mengundurkan Diri, Produsen Kopi Digugat Tenaga Kerja Asing

Berhenti bekerja karena mengundurkan diri, memang tidak perlu putusan pengadilan. Tetapi Pengusaha kerap meminta Pekerja untuk membuat surat pengunduran diri, tanpa memperhatikan syarat yang telah ditentukan undang-undang.

Mengundurkan diri haruslah memenuhi syarat yaitu telah diajukan berdasarkan kemauan diri sendiri dan dimohonkan selambat-lambatnya 30 hari sebelum mengundurkan diri, sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Namun, apabila Pengusaha sudah tidak lagi berkenan mempekerjakan Pekerja, maka yang bersangkutan diminta untuk membuat dan menandatangani surat pernyataan pengunduran diri.

Demikian yang sedang dialami Harcharan Singh, warganegara India yang bekerja di PT. Louis Dreyfus Company Ldc. Ia terpaksa membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri atas satu tuduhan kesalahan yang belum diuji kebenarannya. Kala itu, Singh diperintahkan menandatangani sebuah surat dengan disertai perlakuan intimidasi, ungkap Ariansyah Husin selaku Kuasa Hukum Singh.

Karena tak mengetahui hukum di Indonesia, akhirnya Singh menandatangani surat pernyataan bertanggal 4 Juli 2018 itu dengan terpaksa. “Singh dipaksa untuk mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas. Ia disuruh menandatangani dengan intimidasi dan ancaman. Karena tidak paham, maka ia tanda tangani saja,” terang Ariansyah, Rabu (24/4) kemarin seusai persidangan.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 6/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Tjkitu, Singh meminta kepada Majelis Hakim PHI Tanjungkarang yang diketuai oleh Hakim Nirmala, untuk menghukum PT. Louis sebagai produsen kopi itu membayar hak-haknya sesuai dengan kontrak kerja sebesar Rp944,6 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of