Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
54

Berdampak Merugikan Pekerja, Pemerintah Diminta Naikkan Premi Penerima Bantuan Iuran

Utang BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit, ditengarai akan sangat mengganggu cash flow Rumah Sakit yang dapat berujung pada rendahnya pelayanan.

Hal itu dikatakan oleh Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, dalam keterangan persnya, Kamis (18/4) kemarin. Menurutnya, keberadaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 Tahun 2019, khususnya Pasal 7 apabil dijalankan, maka akan tambahan dana sekitar Rp11,09 triliun yang bisa digunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk menutup utangnya.

Namun, ungkap Timboel, pada dasarnya aturan dalam PMK tidak dapat menyelesaikan potensi terulangnya defisit di masa yang akan datang. Lanjutnya, Pemerintah harus segera merumuskan solusi konkret, agar pelayanan kesehatan tidak terus-menerus jadi korban. “Nah yang saya harapkan adalah pasca pemilihan presiden (pilpres), pemerintah merealisasikan janji untuk menaikkan iuran seperti yang dikemukakan Pak Jusuf Kalla beberapa waktu lalu,” katanya.

Penaikan premi penerima bantuan iuran yang ditanggung oleh Pemerintah, setidaknya akan mengurangi utang jangka pendek BPJS Kesehatan terhadap RS. Utang tersebut, tegas Timboel, akan sangat membebani RS dan bisa menurunkan kuelitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang diantaranya adalah berasal dari pekerja/buruh sebagai peserta penerima upah.

Timboel juga berharap, diperlukan adanya maksimalisasi peran unit pengaduan. Ia menengarai, unit pengaduan yang selama ini ada, justru kurang mampu dalam menjalankan tugasnya, dan seringkali tidak ada di saat Peserta BPJS membutuhkan bantuan. Yang terpenting juga menurutnya, adalah pengendalian Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) agar biaya tidak membengkak.

Ia mencontohkan pada kasus ibu hamil yang ingin melahirkan. Menurutnya, jangan langsung diarahkan operasi caesar jika bisa lahir normal. Pihaknya mencatat, dalam tiga tahun terakhir persalinan caesar menjadi jenis layanan yang menghabiskan biaya paling besar, ungkap Timboel.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of