Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
24

Diberhentikan Karena Beda Pilihan Politik, Pengusaha Minta Dimaafkan

Kementerian Ketenagakerjaan mulai gelar sidang mediasi kasus Pekerja yang di bully dan diberhentikan karena perbedaan pilihan politik.

Selasa (2/4) kemarin, Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial pada Kementerian Ketenagakerjaan mulai memediasikan Nurullita dengan PT. Pelopor Pratama Lancar Abadi. Mediasi yang dipimpin oleh Pegawai Mediator Hubungan Industrial Ferry Saragih itu, dilakukan secara tertutup selama hampir 1,5 jam di Lantai 8, Gedung Kemnaker, Jl. Jend. Gatot Soebroto, Jakarta.

Sebelumnya, Nurullita mengadukan pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh PT. Pelopor pada 23 Maret lalu ke Kemnnaker. Ia tak terima dengan tindakan Perusahaan, karena pemberhentiannya sangat berkaitan dengan swafoto kehadiran dirinya di acara salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, 24 Februari 2019 yang lalu.

Swafoto Nurullita menjadi bahan olok-olokkan, dan puncaknya Senin (25/2) ia dipanggil oleh atasannya yang menyinggung swafoto dirinya lalu ia diminta untuk menandatangani surat pernyataan pemberhentian kerja.

“Bu Mery (Pihak Perusahaan) melalui kuasa hukumnya sudah meminta maaf dan sudah ada kesepakatan, dan akan ada pertemuan kembali hari Senin depan untuk penyelesaian,” ujar Nurul usai melakukan pertemuan mediasi yang didampingi kuasa hukumnya M. Rizky.

Ia juga menyampaikan, bahwa antara Nurullita dengan PT. Pelopor sudah sama-sama tidak lagi menghendaki adanya hubungan kerja, sehingga hak-haknya Nurullita sebagai Pekerja akan segera dibayarkan oleh Perusahaan pada Senin yang akan datang. “Hak-haknya Bu Nurul, seperti uang penghargaan, uang jasa, harus dibayarkan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,” tandas Rizky.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of