Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
120

Enggan Bantu Potong Iuran Serikat Pekerja, Pengusaha ‘Ngeles’ di Pengadilan

Kata ‘dapat’ diartikan tidak wajib, sehingga Pengusaha enggan membantu Serikat Pekerja dalam memotong upah Pekerja yang menjadi anggota untuk kepentingan iuran Serikat Pekerja.

Demikian disampaikan oleh kuasa hukum Serikat Pekerja, Tohenda seusai persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/4) kemarin. Tohenda juga mengatakan, bahwa pihaknya menganggap segala syarat administrasi yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan, telah pihaknya penuhi.

Lagipula menurutnya, dengan pernah adanya kesepakatan antara Serikat Pekerja bersama Pengusaha PT. Central Mega Kencana, yang menyepakati pelaksanaan bantuan pemotongan iuran apabila telah mempunyai rekening bank dan surat kuasa dari anggota. Maka seharusnya, Perusahaan tidak lagi memiliki alasan hukum yang cukup, untuk menghindar dari hal-hal yang telah ia sepakati.

“Inikan tidak ada hubungannya dengan pengeluaran Perusahaan, kami hanya meminta jasa Perusahaan memotong iuran, seperti pemotongan iuran koperasi,” ujar Tohenda. Ia mempertanyakan tindakan Perusahaan yang berkemauan membantu pemotongan iuran koperasi, namun enggan membantu Serikat Pekerja.

Selain Tohenda, salah satu kuasa hukumnya yang lain, Solihin menghimbau agar Perusahaan mau membantu Serikat Pekerja memungut iuran, dengan cara memotong upah Pekerja yang menjadi anggota Serikat Pekerja, sesuai dengan kesepakatan yang pernah dibuat dan ditanda-tangani oleh Perusahaan.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] pada kesempatan persidangan sebelumnya, mengatakan, bahwa pihaknya menganggap segala syarat administrasi agar Perusahaan […]