Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
5

Gaji Telat Dibayar, Pekerja Minta Diberhentikan Oleh Pengadilan

Undang-Undang Ketenagakerjaan memberikan hak kepada Pekerja, agar dapat dinyatakan putus hubungan kerjanya dengan pengusaha, diantaranya apabila Pengusaha tidak membayar upah secara tepat waktu.

Tansahiruddin Marbun tidak dapat menerima tindakan Perusahaan yang kerap terlambat dalam membayar upahnya selama dirumahkan sejak Desember 2017 lalu. Atas peristiwa tersebut, Marbun meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan putus hubungan kerjanya dengan PT. Conbloc Infrantecno.

Dalam gugatan yang diregisterasi dengan Perkara Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Marbun juga menuntut PT. Conbloc, agar dihukum membayar upahnya yang kurang dan belum dibayarkan sejak Februari 2017 sampai dengan Juni 2018 sebesar Rp178 juta. Selain itu, Marbun meminta Pengadilan menetapkan denda bunga atas keterlambatan Conbloc dalam membayar upahnya sebesar Rp111 juta.

Senin (8/4) kemarin, dengan diwakili kuasa hukumnya, Asharuddin telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan antara  Marbun dengan Perusahaan di Dinas Tenaga Kerja, namun tidak mencapai kata mufakat. Ia menjelaskan, bahwa sesuai dengan Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap Pekerja yang upahnya terlambat dibayar oleh Pengusaha selama tiga bulan berturut-turut, dapat mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan.

“Dan berdasarkan Undang-Undang Perburuhan, apabila tiga bulan berturut-turut tidak dibayar gajinya, kita berhak mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja,” tegas Asharuddin usai persidangan yang beragendakan duplik dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of