Type to search

BERITA UTAMA

Kontrak Kerja Produsen Parfum ‘Casablanca’ Digugat ke Pengadilan

Share

Dianggap tak penuhi syarat yang telah ditentukan oleh undang-undang, pabrik parfum bermerk Belagio, Regaza dan Casablanca digugat buruh kontraknya.

Belasan buruh PT. Priskila Prima Makmur mendatangi Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (1/4) kemarin. Mereka diminta hadir untuk memberikan tambahan bukti surat atas gugatan yang diajukannya terkait penyimpangan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dilakukan oleh Perusahaan.

Dalam gugatan yang diregister dengan perkara Nomor 262/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Bdg tersebut, Egi Setiawan, dkk (11 orang) yang diwakili kuasa hukumnya, Maman Nuriman meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Waspin Simbolon, untuk memerintahkan pimpinan pabrik parfum itu, mempekerjakan kembali para pekerja yang diputus hubungan kerjanya dengan alasan kontrak kerjanya berakhir.

Maman menilai, Perusahaan telah keliru dalam menerapkan kontrak. Sebab, kata Maman, para Pekerja telah bekerja selama lebih dari empat tahun tanpa jeda. Hal tersebut menurutnya, telah bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Kalau sifat pekerjaannya continue, terus menerus maka tidak sesuai Pasal 59 UU 13/2003, maka secara otomatis ini batal demi hukum, artinya pekerja ini sudah bagian dari pekerja tetap,” ujar Maman seusai persidangan. Tak hanya penetapan perubahan status yang menjadi tuntutan, tetapi juga upah selama tidak dipekerjakan.

“Hak yang selama ini dalam selama proses sesuai Pasal 155 ayat (2), itu harus dibayarkan,” tegas Maman yang sudah mendampingi Setiawan dan kawan-kawan sejak Agustus 2017 lalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *