Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
13

Masa Kontrak Belum Berakhir, Dua Perusahaan di-Pengadilankan Buruhnya

Sebanyak 29 orang Pekerja dari dua Perusahaan, tak terima dengan pemberhentian sepihak, padahal masih belasan bulan lagi masa perjanjian kontraknya berakhir.

Mawardi dan kawan-kawan menuntut PT. Indolog dan PT. Dwipahasta Utamaduta ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka menuding kedua Perusahaan tersebut, telah melakukan pemberhentian secara sepihak. Sebab, masa perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang telah dibuat dan ditanda-tangani bersama, masih memiliki masa kontrak selama belasan bulan lamanya.

Melalui kuasa hukumnya, Maniur Sinaga, Pekerja tersebut hanya menuntut Perusahaan untuk membayar upah sisa kontrak sebagai ganti rugi yang diperbolehkan oleh Pasal 62 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Akibat dari kontrak yang belum selesai, Para Karyawan menggugat supaya Perusahaan membayar sisa upah atau sisa kontrak yang belum dibayarkan oleh Perusahaan,” ujar Sinaga, Senin (22/4) kemarin.

Dalam agenda persidangan yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, kedua Perusahaan masih diharuskan melengkapi surat-surat yang mendukung kedudukan hukum (legal standing)-nya. Sehingga sidang jawaban gugatan ditunda, akibat ketidakjelasan alamat kedua badan usaha yang dibidang logistik dan peti kemas tersebut.

Sinaga berharap, tuntutan para buruh seperti tertuang dalam Surat Gugatan pada Perkara Nomor 109/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Jkt.Pst, berupa uang ganti rugi atas pemutusan kontak sebesar Rp1,5 miliar lebih untuk Mawardi dan kawan-kawan sebanyak 29 orang, dapat dikabulkan oleh Majelis Hakim dan dibayarkan oleh Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of