Type to search

Berita

Pabrik Rokok Gentong Collaps, 120 Pekerja Perjuangkan Nasibnya ke Pengadilan

Share

Selain pesangon sebagai satu-satunya modal untuk bertahan hidup, tak ada lagi yang diharapkan Pekerja dari Pengusaha ketika pemutusan hubungan kerja telah menghampirinya.

Sayangnya, uang pesangon seolah menjadi mimpi yang perlu diperjuangkan untuk mendapatkannya. Meski harus mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran, akhirnya Noryati, dkk (120 orang) terpaksa menempuh upaya hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang, setelah mengetahui nilai pesangon yang ditawarkan Pengusahanya hanya 25% dari satu kali ketentuan undang-undang.

Kesabaran Noryati dan kawan-kawannya, seolah sudah tidak mempunyai batas kesabaran. Sebab, persoalan yang ia hadapi melawan PT. Gentong Gotri, produsen rokok yang cukup terkenal di Jawa Tengah itu, sudah sejak tahun 2015. Dirinya tidak menuntut yang berlebihan, hanya meminta Perusahaan membayarkan uang pesangon sesuai dengan yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan, tegas Rosyid Saddam selaku kuasa hukum Nor.

Persidangan lanjutan yang diketuai oleh Hakim Noer Ali, Kamis (11/4) kemarin, Nor menghadirkan tiga orang saksi. Ketiganya menceritakan fakta-fakta adanya kemunduran usaha dari pabrik rokok Gentong tersebut. Mereka mengatakan, bahwa pernah bekerja dalam satu bulan hanya bekerja tiga hari. Namun menurut mereka, di Perusahaan masih berlangsung proses produksi dengan jumlah karyawan sebanyak 40-an orang.

Dalam surat gugatan yang diregister dalam Perkara Nomor 5/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Smr., Nor dan kawan-kawannya yang bermasa kerja lebih dari 20 tahun, menuntut Perusahaan yang berlokasi di Genuk, Kota Semarang itu, untuk membayar uang kompensasi pesangon sebesar Rp5,1 miliar. Dan juga meminta Pengadilan untuk meletakan sita jaminan atas tanah dan bangunan yang diatasnya berdiri PT. Gentong Gotri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *