Rabu, 24 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3

Pekerja Pinjam Uang Malah Disuruh Mengundurkan Diri

Ingin memperbaiki kendaraan inventaris yang rusak akibat kecelakaan, Pekerja ditawarkan untuk mengundurkan diri agar terbebas dari tanggung jawabnya.

Ibarat jatuh tertimpa tangga, keadaan itulah yang kini dialami Budi Rahmat Setiawan usai pembacaan Putusan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (1/4) kemarin. Mantan Pekerja PT. Wahana Elok Langgeng Lestari itu, dinyatakan putus hubungan kerjanya dengan kualifikasi mengundurkan diri.

Padahal, Setiawan tidak pernah mengajukan surat permohonan untuk mengundurkan diri sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Pasal 162 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Melainkan pengunduran diri dirinya yang disebut-sebut Perusahaan, adalah hasil obrolan dengan Bapak Supoyo selaku HRD, jelas kuasa Hukum Setiawan, Edy Antara.

Awalnya menurut Edy, sepeda motor yang dipinjamkan oleh Perusahaan kepada Setiawan, rusak akibat kecelakaan yang bukan pada hari dan jam kerja. Atas rusaknya kendaraan tersebut, Setiawan bermaksud meminjam uang. Permohonan Setiawan dikabulkan Perusahaan, dan sebagai gantinya Perusahaan menawarkan Setiawan untuk menanda-tangani surat pengunduran diri.

Obrolan itu, berlangsung melalui aplikasi media sosial, WhatsApp. Atas adanya bukti tersebut, maka Majelis Hakim yang memeriksa perkara Nomor 22/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg  yang diketuai oleh Hakim Wasdi Permana tersebut, mengambil kesimpulan dengan menyatakan putus hubungan kerja antara Setiawan dan PT. Wahana.

Meskipun tuntutan atas kekurangan upah dikabulkan, tetapi Edy selaku kuasa hukum Setiawan, keberatan dengan Putusan PHI yang mengkualifikasi Setiawan telah mengundurkan diri. “Yang sangat disayangkan (dari Putusan Pengadilan), itu-kan baru obrolan tetapi dianggap mengundurkan diri,” keluh Edy.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of