Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
50

Penilaian Kerja Jadi Alasan Skorsing Pekerja Bank Danamon

Penurunan produktifitas Pekerja, tidak melulu diakibatkan pada diri Pekerja itu sendiri, tetapi juga erat kaitannya dengan faktor-faktor lainnya.

Sejak September 2018 lalu, Gusrina Permatasari yang telah bekerja selama 22 tahun diberhentikan sementara (skorsing) oleh PT. Bank Danamon, karena nilai kinerjanya dianggap menurun. Melalui Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiawan, Gusrina meminta dirinya dapat dipekerjakan kembali.

Dalam surat gugatannya, PT. Bank Danamon selaku Penggugat bermaksud tidak lagi bersedia mempekerjakan Gusrina. Danamon dalam petitum gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 103/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, meminta penetapan besaran kompensasi Gusrina yang terdiri dari uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp247 juta.

Seusai persidangan perdana, Senin (8/4) kemarin, Gusrina melalui kuasa hukumnya, Ade Alwi menyatakan menolak keinginan Danamon yang ingin memutuskan hubungan kerja dengan kliennya. Ia menilai Danamon telah bertindak secara sewenang-wenang terhadap Gusrina yang telah bekerja dengan baik dan cukup memiliki loyalitas, dengan masa kerja 22 tahun lamanya.

Danamon melalui kuasa hukumnya, Edison menyerahkan segala putusan akhir kepada Majelis Hakim. Sebab menurutnya, penilaian kerja telah menjadi kelaziman dan berlaku di Perusahaan, sebagai acuan dalam menetapkan penyesuaian upah, bonus hingga kelanjutan hubungan kerja.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of