Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
72

Perjanjian Kontrak Terapkan Masa Percobaan, Pengusaha Salon Digugat

Dalam undang-undang, lamanya masa percobaan hanya tiga bulan, dan tidak boleh diterapkan bagi Pekerja dengan perjanjian kontrak. Penyimpangan terhadap ketentuan tersebut, dapat diajukan gugatan ke Pengadilan.

Sejak 5 Januari 2018, Ishfihani yang baru bekerja selama sembilan bulan itu diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak oleh PT. Kharisma Dahayu Sangkara. Padahal, ia diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat sejak tanggal 21 Agustus 2017 hingga 21 Agustus 2018.

Sebelum dikontrak oleh Perusahaan Salon, Ishfiani melalui kuasa hukumnya Doli Indra Nasution menjelaskan, adanya penerapan masa percobaan selama tiga bulan terlebih dahulu. Padahal dalam ketentuan Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, perjanjian kontrak tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan.

Atas pemutusan kontrak sepihak tersebut, Ishfiani mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 24 Oktober 2018 lalu. Atas gugatan yang diregister dengan Nomor 313/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Jkt.Pst tersebut, Pengadilan pada 17 Januari 2019 telah mengabulkan gugatan Ishfiani tanpa kehadiran Perusahaan (verstek).

Terhadap Putusan Pengadilan tersebut, PT. Kharisma Dahayu Sangkara mengajukan perlawanan (verzet) ke PHI Jakarta Pusat, dan meminta agar dirinya dibebaskan dari kewajiban kekurangan pembayaran upah dan ganti rugi kontrak kerja yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp45 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of