Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2

Permohonan Pensiun Tidak Ditanggapi, Driver Gugat Perusahaan Jasa Transportasi

Menganggap dirinya telah memasuki usia pensiun, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) diminta untuk menyatakan putus hubungan kerja dan penetapan besaran uang kompensasi.

Setelah tidak mencapai kata mufakat dalam tahapan penyelesaian melalui musyawarah dan Dinas Tenaga Kerja, Amir Abdullah yang baru bekerja selama kurang lebih tiga tahun sebagai driver, mengajukan gugatan ke PHI Jakarta Pusat yang didaftarkan sejak 4 Februari 2019 lalu. Ia meminta Pengadilan, untuk menyatakan hubungan kerja dirinya dengan PT. Transindo Buanamas putus karena pensiun.

Amir yang usianya telah lebih dari 56 tahun itu, meminta Pengadilan menetapkan hak kompensasi atas pemutusan hubungan kerja dirinya akibat pensiun tersebut, yang terdiri dari uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp31 juta.

Selain tuntutan uang pesangon, Amir melalui kuasa hukumnya, Maniur Sinaga juga meminta penetapan pembayaran kekurangan upah selama bekerja yang diterima hanya sebesar Rp1,8 juta perbulan. Padahal, besaran upah minimum sebulan yang berlaku di Jakarta adalah Rp3,6 juta. Sehingga menurut Sinaga, PT. Transindo masih memiliki kewajiban kekurangan pembayaran upah kepada Amir sebesar Rp64,8 juta.

Menurut Sinaga, Amir telah mengajukan permohonan diputuskan hubungan kerja karena Pensiun sejak 6 Agustus 2017 lalu. Tetapi Perusahaan tidak menanggapinya. Dalam persidangan yang beragendakan pembuktian dari para pihak tersebut, Senin (8/4) kemarin, Sinaga meminta kepada Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan, agar mengabulkan seluruh tuntutan Pekerja.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of