Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
28

Perusahaan Tak Kooperatif, Seorang Sopir Tuntut Haknya di Pengadilan

Meski telah berusaha untuk mengupayakan penyelesaian melalui musyawarah dan mediasi di Dinas Tenaga Kerja, namun pada kenyataannya Perusahaan tak pernah bersedia menghadirinya.

Bagi Rahulen, seorang Sopir yang dipekerjakan CV. Cipta Mandiri Cargo, pekerjaan memanglah hal yang utama dalam menghidupi diri dan keluarganya, akan tetapi jika ia tidak lagi dikehendaki bekerja maka harapan satu-satunya adalah mendapatkan uang pesangon yang layak. Namun harapan tersebut, seolah raib ketika Perusahaan menolak untuk melakukan musyawarah dan hadir dalam sidang mediasi.

Ia melalui Kuasa Hukumnya, Krisman tak mengajukan tuntutan yang berlebihan. Dalam gugatan yang diregister oleh Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor 114/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Rahulen hanya meminta uang pesangon sebesar Rp103,9 juta. Menurutnya, besaran kompensasi tersebut setimpal dengan masa kerjanya selama lebih kurang 10 tahun mengabdi di CV. Cipta. Terlebih ia mengaku belum pernah mendapatkan surat peringatan.

Rahulen telah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan pemberhentiannya secara sepihak itu dengan Perusahaan. Ia telah mengirimkan surat ajakan musyawarah, namun tidak mendapatkan tanggapan apapun. Demikian pula ketika Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja memanggil Perusahaan, juga tidak pernah hadir meski sudah dipanggil beberapa kali secara tertulis dan patut.

“Kami mengirimkan surat, mengajukan apa yang menjadi alasan diberhentikan namun tidak ada respon. Setelah dipanggil Suku Dinas Tenaga Kerja juga tidak pernah hadir, sehingga dikeluarkan anjuran,” ujar Krisman seusai persidangan yang beragendakan pembuktian dari Perusahaan, Senin (22/4) kemarin.

Dinilai tidak memiliki iktikad baik dan tidak kooperatif, akhirnya Rahulen meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara untuk meletakkan sita jaminan atas dua kendaraan yang kerap digunakan oleh CV. Cipta. Agar, apabila Majelis Hakim mengabulkan gugatannya, maka Rahulen dapat meminta Pengadilan melakukan penyitaan dan pelelangan kedua kendaraan tersebut, untuk pembayaran uang pesangonnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of