Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
65

Tuntut Hak Normatif Malah Digugat ke Pengadilan

Meskipun sebanyak 120 orang Pekerja melakukan mogok kerja menuntut untuk mempekerjakan kembali empat orang temannya yang diberhentikan, tetapi Perusahaan tetap bersikukuh mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Rabu (24/4) kemarin, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Tanjungkarang kembali menggelar lanjutan persidangan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Suyadi, dkk melawan PT. Eight Internasional. Padahal, mogok kerja seratus dua puluh orang di bulan Februari 2019 telah dilakukan untuk meminta keempat temannya dipekerjakan kembali, namun tidak diindahkan oleh Perusahaan.

Menurut Kuasa Hukum Pekerja, Wiwin Herfianto, Perusahaan tidak lagi bersedia melakukan perundingan dan bersikukuh mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja terhadap Suyadi ke Pengadilan. PT. Eight meminta kepada Majelis Hakim PHI Tanjungkarang untuk mengesahkan pemutusan hubungan kerja yang dilakukannya, dan menetapkan besaran uang pesangon sebesar satu kali ketentuan perundang-undangan.

“Dari keempat Pekerja yang diberhentikan oleh Perusahaan, mereka minta dipekerjakan kembali diposisi semula,” ujar Wiwin. Ia juga menceritakan adanya tindakan kurang patut yang dilakukan oleh Perusahaan terhadap beberapa Pekerja lain, diantaranya ada Pekerja sakit yang patah tangannya lalu diberhentikan.

Dipimpin oleh Hakim Nirmala, agenda persidangan dalam Perkara Nomor 8/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Tjk itu, menghadirkan sejumlah bukti tertulis dari kedua belah pihak. Dan rencananya akan dilanjutkan pada pekan depan, karena ada bukti surat yang belum dibubuhkan meterai.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of