Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
104

Tuntut Masa Bakti, Pensiunan Pekerja Gugat Pelindo Miliaran Rupiah

Merasa diperlakukan secara diskriminatif, mantan Pekerja PT. Pelabuhan Indonesia menuntut pembayaran penghargaan masa bakti tahunan tahun 2012.

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/4) kemarin menggelar sidang perdana gugatan perselisihan hak, antara Mimba Tjahyono, dkk (125 orang) melawan PT. Pelabuhan Indonesia II Persero. Tjahyono yang diwakili kuasa hukumnya, Rinto Sitorus menjelaskan, bahwa Perusahaan masih mempunyai kewajiban hukum kepada mantan Pekerjanya tersebut, berupa kekurangan penghargaan masa bakti tahun 2012.

Menurut Rinto, kekurangan penghargaan masa bakti itu, timbul akibat adanya addendum Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2011-2013. Dan pemberlakuan terhadap klausul masa bakti, disebutkan menunggu persetujuan Dewan Komisaris yang akan diserahkan pada tahun 2013. “Karena adanya catatan itu, seolah-olah menghapuskan dari perjanjian kerja bersama tadi, dianggaplah perjanjian itu seolah-olah tidak ada,” ujarnya.

Akan tetapi lanjut Rinto, ia berpendapat Tjahyono dan kawan-kawan yang mengalami pensiun pada tahun 2012 diperlakukan secara diskriminatif. Sebab, PT. Pelindo membayarkan penghargaan masa bakti bagi pekerja yang pensiun di tahun 2013. “Kenapa hanya yang 2012 tidak dibayar, sementara PKB itu berlaku untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013,” tegasnya.

Terhadap alasan tersebut, Rinto dalam gugatannya yang diregister dengan perkara Nomor 105/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.,Pst tersebut, menganggap Pelindo masih memiliki kewajiban untuk membayar kekurangan penghargaan masa bakti Tjahyono, dkk yang sudah pensiun sejak tahun 2012 sebesar Rp22,4 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of