Type to search

BERITA UTAMA

Akuisisi, Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital Digugat Rp1,7 Miliar

Share

Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja Pekerjanya, dengan alasan perubahan kepemilikan Perusahaan.

Proses pembelian (akuisisi) PT. Sahid Sahirman Memorial Hospital menyebabkan adanya pemutusan hubungan kerja terhadap beberapa orang Pekerja, diantaranya Hirna Desrita dan kawan-kawan (18 orang) sejak 11 Juni 2018 lalu. Namun tindakan pemberhentian yang dilakukan oleh Perusahaan yang bergerak di layanan jasa rumah sakit tersebut, bermuara hingga Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tepat 26 Maret 2019, Hirna beserta kawan-kawannya mendaftarkan gugatan ke PHI Jakarta Pusat dengan register Perkara Nomor 115/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst. Mereka menuntut kekurangan pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak yang hanya diberikan 1 (satu) kali Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Kuasa hukum Pekerja, Iwan Gunawan mengatakan, pada awalnya para Pekerja diminta untuk menandatangani perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) selama tiga bulan, sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi masa percobaan akibat tidak memenuhi kualifikasi. “Dari (Pekerja) permanen lalu mereka berubah status menjadi kontrak, setelah kontrak tiga bulan berjalan, mereka di-PHK dengan alasan tidak qualified,” ujar Iwan, Kamis (23/05/2019) kemarin.

Dalam tuntutannya, Hirna meminta Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuzaidah untuk menghukum PT. Sahid dan PT. Murni Sadar Kasih Abadi selaku Perusahaan pembeli, untuk membayar kekurangan pesangon senilai lebih dari Rp1,7 miliar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *