Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3

Alasan Bertengkar Setengah Tahun Lalu Jadi Alasan Sanken Berhentikan Pekerja

Meskipun terbukti menganiaya teman sekerja, akan tetapi pemutusan hubungan kerjanya tetaplah harus meminta ijin dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Senin (29/4) kemarin, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung menggelar sidang perdana perselisihan pemutusn hubungan kerja antara Novika Resmi melawan PT. Sanken Indonesia. Novika diwakili oleh Kuasa Hukumnya, Dedy Supriyanto mempersoalkan pemberhentian sepihak yang dilakukan oleh Perusahaan sejak Agustus 2018 lalu.

Ia tidak terima dengan keputusan Perusahaan. Sebab menurut Dedy, alasan pemberhentikan Novika adalah karena pernah bertengkar dengan teman sekerjanya pada akhir 2017. “Ada gesekan sedikit dengan teman sekerjanya, tetapi karena kejadian tersebut di area Perusahaan, jadi dianggap sebagai kesalahan berat,” ujar Dedy.

Kejadian tersebut, lanjut Dedy, telah terjadi perdamaian. “Antar karyawan sudah berdamai dan tidak ada masalah setelah itu. Sehingga keputusan pemberhentian Perusahaan tidak tepat berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi. Perusahaan harus membuktikan terlebih dahulu adanya tindak pidana penganiayaan oleh putusan pengadilan,” terangnya.

Dedy menyesalkan sikap Perusahaan yang seolah tidak mengapresiasi masa kerja Novika selama sembilan tahun bekerja dan mengabdi. Novita selama bekerja, telah turut berperan dalam memberikan keuntungan bagi Perusahaan. Tetapi hanya karena masalah yang telah diselesaikan secara baik-baik oleh Novika dan teman sekerjanya, ia diberhentikan sepihak tanpa ijin dari pengadilan.

Novika mengaku dirinya telah diberikan uang pesangon sebesar 0,3 bulan upah. Tetapi besaran itu, sangat tidak sesuai dengan masa kerjanya, sehingga ia menuntut PT. Sanken untuk membayar uang kompensasi pesangon kepada dirinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of