Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
90

Alasan Ini Sering Dipakai Pengusaha Hindari Keberadaan Serikat Pekerja

Setiap Pengusaha memiliki cara, baik secara halus maupun kasar dalam menentang keberadaan Serikat Pekerja. Mereka khawatir akan banyak tuntutan dari penyimpangan pelaksanaan undang-undang yang telah dilakukannya.

Memang tidak semua Pengusaha menganggap Serikat Pekerja sebagai organisasi yang dapat mengancam eksistensi dan keberlangsungan Perusahaan. Tetapi bagi Perusahaan yang kerap tidak mematuhi ketentuan ketenagakerjaan, adanya Serikat Pekerja justru dapat membuat mereka khawatir akan adanya tuntutan dan demonstrasi dari Pekerja, yang sangat mengancam berkurangnya keuntungan yang didapatkan dari ketidakpatuhan perundang-undangan.

Berbagai macam jurus untuk menghindari berdirinya Serikat Pekerja-pun dilakukan, termasuk diantaranya bersembunyi dibalik penutupan Perusahaan. Kondisi itulah yang kini diduga oleh Pekerja CV. Kurnia Agung Sejati yang menyatakan dirinya tutup terhitung 31 Mei 2018 lalu. Padahal kala itu, Serikat Pekerja baru saja dibentuk dan diberitahukan secara tertulis kepada Pengusaha.

Meski tutupnya Perusahaan didalilkan bukan karena adanya Serikat Pekerja, namun Babay Suhaemi sebagai Pengurus Serikat Pekerja menduga ada kaitannya. “Ketika pencatatan (Serikat Pekerja), itukan harus diberitahukan kepada Perusahaan. Pasca itu, Perusahaan seolah tidak terima adanya Serikat,” ujar Usep Perwara selaku Kuasa Hukum para Pekerja, Senin (29/4) kemarin.

Dalam siding yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Babay dkk (65 orang) melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Wasdi Permana, meminta apabila Perusahaan tidak bersedia mempekerjakan kembali diri dan kawan-kawannya, maka adil jika Perusahaan dihukum untuk membayar uang pesangon sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of