Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3

Baru Dua Bulan Bekerja Diberhentikan, Perusahaan Rekanan PT. Kereta Api Digugat

Salah satu pihak yang mengakhiri perjanjian kontrak secara sepihak, maka undang-undang telah memberikan kewenangan kepada pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi.

Perusahaan rekanan PT. Kereta Api Indonesia, PT. Sinar Jernih Sarana digugat oleh tujuh orang buruhnya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam sidang yang beragendakan kesimpulan, Senin (28/4) kemarin, Rudi Kusumawardani, dkk (7 orang) menuntut PT. Sinar Jernih Sarana untuk membayar upah selama 10 bulan.

Menurut Kuasa Hukum Rudi dan kawan-kawannya, Abdul Akbar, S.H., Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja (PPJP) itu, telah tidak memenuhi perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat dengan ketujuh pekerjanya itu. Akbar mengatakan, Rudi telah tidak lagi dipekerjakan sejak bulan Maret 2018 dan upahnya tidak lagi dibayar.

Padahal lanjut Akbar, berdasarkan kontrak yang dibuat, masa berlakunya selama 12 bulan yakni terhitung sejak Januari 2018 hingga bulan Desember 2018. “Mereka dikontrak oleh PT. Sinar Jernih Sarana selama satu tahun, tetapi baru dua bulan kerja mereka diputus kontraknya,” ujar Akbar seusai persidangan.

Dalam surat gugatan yang diregister PHI Bandung dalam perkara Nomor 50/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg tersebut, Rudi dan keenam temannya yang lain, menuntut Perusahaan membayar upah sisa kontraknya sebesar Rp219 juta. Serta juga meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Waspin Simbolon, untuk meletakkan sita jaminan atas tanah dan bangunan milik Perusahaan di Kawasan Niaga Kencana, Tegallega, Bandung.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of