Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
43

Bela Anggota, Perusahaan Stop Bantu Potong Iuran Serikat Pekerja

Sekalipun melakukan pelanggaran disiplin, setiap anggota serikat pekerja berhak mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari serikat pekerja yang menjadi wadahnya.

Agung Wahyudi dan kawan-kawan (11 orang) dengan didampingi salah satu pengurus serikat pekerjanya, menggugat PT. Alcomexindo ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Perusahaan yang bergerak pada industri alumunium itu, dituding telah melakukan penyimpangan penerapan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).

Sebab, Perusahaan mempekerjakan mereka selama lebih dari empat tahun dengan masa perjanjian kontrak antara enam bulan sampai satu tahun, lalu terus diperpanjang berkali-kali. “Mereka seharusnya menjadi pekerja tetap dengan pelanggaran perjanjian kerja,” ujar Sarino salah satu kuasa hukum Pekerja usai persidangan, Senin (13/05/2019) kemarin.

Mengetahui upaya serikat pekerja yang mendampingi Agung dan kawan-kawan di PHI Bandung, Perusahaan yang awalnya membantu pemotongan upah untuk pembayaran iuran serikat pekerja, kini mulai dihentikan. “Akhirnya dengan langkah yang dilakukan sekarang ini, ada serangan balik dengan menghentikan batuan pemotongan upah untuk iuran serikat,” terang Sarino.

Peristiwa tersebut sudah berlangsung sejak bulan lalu, lanjut Sarino. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengganggu jalinan hubungan industrial selama ini. Padahal, setiap serikat pekerja mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggotanya sesuai Pasal 27 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000.

Ia juga menjelaskan, sejak sidang pertama hingga yang keempat pada hari ini, Perusahaan tidak pernah menghadiri persidangan. “Makanya tadi minta kepada Majelis, bilaman besok sidang kelima tidak menyiapkan, maka langsung ke acara bukti,” tambahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of