Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
93

Berat Badan Lebih 4 Kg, Mantan Ketua Serikat Pekerja Digugat ke Pengadilan

Meskipun Pengusaha diperbolehkan melakukan pemutusan hubungan kerja, tetapi alasannya haruslah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bonitha Sary mengaku terkejut ketika pertama kali mendapatkan surat panggilan sidang atas gugatan yang dilayangkan oleh PT. Garuda Indonesia Persero Tbk., dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang. Pasalnya menurut Bonitha, ia tidak pernah menghadiri mediasi di Dinas Tenaga Kerja, yang merupakan salah satu syarat untuk mengajukan gugatan.

“Saya itu tidak pernah melakukan mediasi. Tiba-tiba tanggal 15 Maret saya menerima surat gugatan,” ungkapnya. Ternyata alamat yang dijadikan rujukan panggilan mediasi, adalah alamat yang tidak benar. “Ternyata alamat yang dituju, alamat yang tidak benar dimana saya tinggal,” sangkal Bonitha.

Ia mengaku keberatan jika pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh PT. Garuda, dikaitkan dengan berat badan Bonhita yang lebih 4 kg. Alasan tersebut tidak diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama. “Berat badan saya lebih empat kilogram saat itu,” ujar Bonitha sesaat usai lanjutan gelaran persidangan beragendakan Replik yang diketuai oleh Hakim Dasriwati, Rabu (8/5) kemarin.

Alasan pemberhentian tersebut, juga tidak diatur dalam ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. Dan Pengusaha hanya boleh memutuskan hubungan kerja, diantaranya jika Pekerja masih melakukan pelanggaran yang telah diberikan surat peringatan ketiga.

Bonitha menduga, ada alasan lain dibalik kelebihan berat badannya. Karena sebelumnya, ia merupakan Ketua Serikat Pekerja yang kerap membela hak dan kepentingan anggotanya. Bahkan sejak tahun 2014, meski ia tetap mendapatkan upah, namun Perusahaan tidak mempekerjakannya hingga dirinya digugat ke Pengadilan sekarang ini, ungkapnya.

Dalam surat gugatan yang diajukan oleh PT. Garuda dengan nomor registerasi Perkara 134/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Srg tanggal 4 Nopember 2018 lalu itu, Perusahaan meminta kepada PHI Serang untuk menetapkan hak kompensasi pemutusan hubungan kerja terhadap Bonitha sebesar Rp184,8 juta. Namun Bonitha berharap, Majelis Hakim memerintahkan Garuda untuk mempekerjakan kembali dirinya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of