Rabu, 13 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
66

Berproses Hampir 2 Tahun, Pengadilan Menangkan Gugatan Pensiun

Pemutusan hubungan kerja dengan alasan pensiun, seharusnya tidak memerlukan putusan dari pengadilan hubungan industrial.

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, mengabulkan sebagian gugatan Ismet Handiyana Kartasasmita melawan PT. L’Essential. Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Erwantoni, hubungan kerja dinyatakan putus karena pensiun sejak April 2017. “Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian,” ujarnya, Rabu (8/5) kemarin.

Menurut kuasa Hukum Ismet, Indarti mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan pensiun sejak dua tahun lalu. Tetapi Perusahaan hanya menawarkan satu kali ketentuan undang-undang. “Penggugat sudah memasuki usia pensiun sejak tahun 2017, ternyata Perusahaan hanya menawarkan sebagian, jadi satu kali tidak sesuai aturan,” ujar Indarti.

Lebih lanjut ia menceritakan, aturan batasan usia pensiun telah ditetapkan dalam Peraturan Perusahaan (PP) yaitu pada usia 56 tahun. “Berdasarkan PP yang masih berlaku di tahun 2015-2017, usia pensiun itu 56, yang ada di PP,” terangnya usai mendengarkan pembacaan putusan diruang sidang Cakra.

Meskipun hanya sebagian gugatan yang teregister dengan Perkara Nomor 21/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Srg itu dikabulkan, tetapi setidaknya PHI Serang telah memvonis L’Essential untuk membayar uang pesangon kepada Ismet yang telah bekerja selama 20 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Assisten Manager Mekanik tersebut, sebesar Rp371 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of