Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
138

BuruhOnline Sempat Diminta Polisi ‘Geser’ Lokasi Wawancara Demo Freeport di Istana

Aparat keamanan sempat melarang reporter BuruhOnline, ketika hendak mewawancarai peserta aksi unjukrasa Buruh PT. Freeport Indonesia tepat diseberang Istana Merdeka.

Beberapa perwakilan Buruh PT. Freeport Indonesia, kembali berunjukrasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka menagih janji Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada tanggal 13 Februari lalu. Dengan membawa spanduk bertuliskan “Tuntutan Karyawan Mogok Kerja PT. Freeport Indonesia Mayday 2019”, mereka mengusung lima permintaan.

Diantaranya mereka meminta Pemerintah untuk mendesak Freeport mengembalikan hak-hak perburuhan yang selama ini dirampas, menindak tegas pelanggar undang-undang ketenagakerjaan, serta mengaktifkan kembali kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Saat reporter BuruhOnline hendak mewawancarai Koordinator Aksi, Jeri, Selasa (14/5) siang tadi. Tiba-tiba beberapa personel aparat keamanan langsung datang, dan sempat melarang para peserta unjukrasa untuk diwawancarai di lokasi yang berhadapan langsung dengan Gedung Istana Merdeka. Setelah bersitegang beberapa saat, akhirnya aparat keamanan dan salah seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memberikan ijin.

Jeri menjelaskan, janji yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, belum terlaksana. Menurutnya, kala itu Presiden menjanjikan sesegera mungkin mempertemukan mereka dengan Pihak Freeport dan Menteri Ketenagakerjaan, untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang belum terselesaikan.

“Namun apa yang beliau sampaikan sampai saat ini, sudah memasuki tiga bulan. Karenanya kami ingin mengingatkan kembali terhadap apa yang beliau janjikan,” ujarnya. Jeri juga berharap, agar Pemerintah bisa lebih tegas dalam menyikapi penanam-penanam modal asing, khususnya yang ada di Papua, terangnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of