Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
61

Dianggap Putus Kontrak Sepihak, WN Jepang Digugat Ganti Rugi Puluhan Juta

Pihak yang merasa dirugikan akibat pengakhiran kontrak kerja secara sepihak, dapat mengajukan gugatan ganti rugi ke Pengadilan.

PT. Excel International merasa dirugikan oleh Akina Sato, Pekerja yang diperjanjikan secara waktu tertentu (kontrak) terhitung sejak April 2017 hingga April 2018. Perusahaan mendalilkan Sato telah tidak lagi memenuhi kewajibannya sebagai Pekerja sejak Desember 2017, sehingga perbuatan tersebut menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.

Dalam surat gugatan yang diregister kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Excel menuntut Sato membayar Rp81 juta, yang perhitungannya berasal dari perkalian upah kontraknya selama empat bulan, yakni dari bulan Januari hingga April 2018. Bahkan Perusahaan juga meminta PHI Jakarta Pusat, memblokir rekening Bank milik Sato.

Usai persidangan, melalui kuasa hukumnya Pardomuan Simanjuntak, Sato sebenarnya sudah meminta ijin untuk kembali ke Jepang dalam beberapa hari, untuk menyelesaikan urusan keluarga. Tetapi Perusahaan hanya mengijinkannya empat hari. “Dia (Sato) dianggap ingkar janji karena sejak Janauri 2018 tidak masuk kerja,” jelasnya Senin (20/05/2019) kemarin.

Pardomuan menilai, dengan anggapan Perusahaan yang mengkualifikasikannya sudah mengundurkan diri, maka ia tidak memiliki kewajiban hukum untuk membayar sisa kontrak sebagai ganti rugi. Hal tersebut ditegaskan oleh Excel dalam tuntutannya yang meminta Pengadilan, menyatakan Sato mengundurkan diri sejak bulan Desember 2017 karena kemauan diri sendiri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of