Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4

Diduga Tak Pernah Absen Pulang, Ketua Serikat Pekerja Digugat ke Pengadilan

Berdalih telah melakukan pelanggaran disiplin dan diberikan Surat Peringatan, anjuran dari Dinas Tenaga Kerja agar mempekerjakan kembali Pekerjanya ditolak Rumah Sakit Islam Jakarta.

Sidang lanjutan dalam kasus perselisihan antara Idrus Idham melawan Rumah Sakit Islam Jakarta, kembali digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/05/2019) kemarin. Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim M Djoenanidie, Pihak Rumah Sakit menyampaikan bukti surat untuk meneguhkan maksud pemutusan hubungan kerjanya terhadap Idrus.

Pasalnya, Idrus dianggap telah melakukan beberapa kali pelanggaran disiplin. Diantaranya tidak mengisi daftar kehadiran saat pulang bekerja. Atas tindakan tersebut, Idrus telah diberikan Surat Peringatan (SP) terakhir pada Januari 2018 lalu. “Saya di-PHK ini dikatakan karena melakukan indispliener dengan tidak absen sewaktu pulang bekerja,” ujar Idrus.

Namun ia menduga, ada alasan lain dibalik permohonan pemutusan hubungan kerja yang diajukan Pihak Rumah Sakit terhadap dirinya. Sebab selama ini, ia selalu konsisten mendampingi dan memperjuangkan hak-hak anggotanya. Atas dasar itulah, Idrus melaporkan kasus pemutusan hubungan kerjanya ke Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, dengan dugaan adanya pelanggaran kebebasan berserikat.

Dugaan tersebut, dikuatkan oleh Pendapat Disnaker yang menganjurkan Pihak Rumah Sakit, agar mempekerjakan kembali dirinya. Akan tetapi anjuran tersebut ditolak, dan kemudian Pihak Rumah Sakit mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja ke PHI Jakarta Pusat dengan register Perkara Nomor 12/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of