Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
41

Dikumpulkan di Pos Security, Empat Karyawan Disuruh Mengundurkan Diri

Pengunduran diri haruslah didasarkan pada kemauan diri sendiri, yang bukan karena diintimidasi atau dipaksa oleh pihak lain.

Empat Pekerja PT. Intsia Pasific Permai, Yucobus Voni, Muslihudin, Kindu Priadi Sinaga dan Petrosius Valentinus, tak terima disuruh mengundurkan diri. Akibatnya, mereka diberhentikan secara sepihak sejak tanggal 3 September 2018 lalu oleh Perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan kusen dan jendela properti itu.

Karena hanya diberikan uang pisah satu bulan upah, Yucobus dan kawan-kawan akhirnya mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang pada 30 April 2019 lalu. Mereka meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Emanuel Ari B, untuk menghukum pembayaran uang pesangon dan upah sebesar Rp375 juta lebih.

“Jadi pada waktu mereka di-PHK, mereka dikumpulkan di Pos Satpam, secara tidak manusia, HRD-nya datang kepada mereka dan menyodorkan surat (pengunduran diri) agar mereka menandatangani,” ujar kuasa hukum para Pekerja, Gabriel Reong Radja, Rabu (22/05/2019) kemarin usai persidangan yang digelar di ruang sidang Cakra.

Lebih lanjut Gabriel mengatakan, upaya penyelesaian telah ia lakukan namun tidak mencapai kata sepakat. Bahkan menurutnya, Perusahaan tidak pernah menghadiri sidang mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, mesipun telah dipanggil secara patut. “Tiga kali dipanggil, Direktur Utamanya atau wakilnya tidak mau datang,” terangnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of